Debu yang menumpuk di ruang CVT dapat mengganggu tarikan awal motor matik dan memunculkan bunyi gredek. Kotoran dari sisa gesekan komponen bisa menempel pada kampas ganda serta mangkok kopling, lalu mengurangi daya cengkeramnya.
Gangguan paling sering terasa ketika motor berangkat dari posisi diam. Pada saat itu, tenaga mesin seharusnya diteruskan secara mulus ke roda belakang melalui kerja kopling otomatis.
Jangan menunda pembersihan ruang CVT
Diler resmi menyarankan area CVT dibongkar dan dibersihkan secara berkala dalam rentang 2.000 hingga 5.000 kilometer. Informasi yang dikutip Kompas.com menyebut interval tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi penggunaan kendaraan.
Motor yang sering digunakan di lingkungan berdebu dapat memerlukan pemeriksaan lebih kerap. Debu dan kotoran yang masuk ke ruang transmisi dapat mempercepat gangguan pada komponen yang bekerja dengan gesekan.
Pembersihan tidak cukup dilakukan pada ruang CVT saja. Kampas ganda, mangkok kopling, dan V-belt perlu diperiksa bersamaan untuk mengetahui ada atau tidaknya keausan maupun kerusakan.
| Komponen yang Dicek | Kondisi Bermasalah | Gejala yang Muncul |
|---|---|---|
| Kampas ganda | Kotor, menipis, atau seperti terbakar | Getaran dan gredek saat tarikan awal |
| Mangkok kopling | Kotor, licin, atau mengilap | Gesekan tidak sempurna |
| V-belt | Kering, getas, aus, atau licin | Bunyi berdecit dan tenaga kurang efisien |
Gredek muncul saat kampas mulai mencengkeram
Kampas ganda akan menempel pada mangkok kopling ketika motor mulai bergerak. Kedua permukaan ini harus memiliki kondisi yang baik agar tenaga mesin dapat diteruskan tanpa getaran berlebih.
Wahyu Budhi selaku Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati menyatakan gredek umumnya berkaitan dengan proses gesekan di area tersebut. Permukaan yang kotor, licin, atau aus membuat perpindahan tenaga tidak berlangsung optimal.
“Ketika permukaan kampas atau mangkok sudah kotor, licin, atau mengalami keausan, proses gesekannya menjadi tidak sempurna sehingga muncul getaran yang dirasakan pengendara sebagai bunyi gredek,” kata Wahyu dalam keterangan resmi, 17 Agustus 2026. Kondisi ini menjelaskan mengapa bunyi sering muncul pada momen awal motor melaju.
Mangkok kopling dapat menjadi mengilap akibat panas berlebih. Permukaan yang terlalu licin membuat kampas ganda kesulitan memperoleh cengkeraman yang baik.
Di sisi lain, kampas ganda dapat menipis karena terus bergesekan selama motor digunakan. Kondisi seperti terbakar pada material kampas juga dapat menurunkan kemampuannya dalam meneruskan tenaga.
Perhatikan perbedaan suara dari V-belt
Gejala pada V-belt cenderung berbeda dengan masalah di area kopling. Komponen yang kering, getas, aus, atau licin dapat menghasilkan bunyi berdecit.
V-belt yang bermasalah juga mengurangi efisiensi penyaluran tenaga mesin. Komponen yang telah aus, getas, atau rusak perlu segera diganti agar kerja transmisi otomatis tetap optimal.
CVT atau Continuously Variable Transmission mengatur rasio putaran mesin sebelum tenaga diteruskan ke roda belakang. Perawatan berkala membantu pengendara mengenali perbedaan antara gredek pada tarikan awal dan decitan yang mengarah pada kondisi V-belt.






