Cuaca Buruk Tunda Pemulihan Palapa Ring Tengah, Kepulauan Andalkan SATRIA 1

Pemulihan jaringan kabel optik bawah laut Palapa Ring Tengah pada segmen Melonguane-Morotai mundur hingga 15 Agustus 2026. Cuaca buruk yang melanda lokasi perbaikan membuat pekerjaan di laut sempat dihentikan demi keselamatan tim.

Penundaan ini berdampak penting bagi masyarakat di sejumlah kepulauan Sulawesi Utara yang mengandalkan jalur tersebut. Selama proses restorasi berlangsung, konektivitas ditopang oleh ratusan titik akses internet yang diperkuat layanan satelit SATRIA 1.

BAKTI Komdigi sebelumnya menargetkan layanan kembali pulih sepenuhnya pada 11 Agustus 2026. Namun, perkembangan kondisi operasional di laut memaksa penyesuaian jadwal penyelesaian pekerjaan.

286 Titik Akses Jadi Penopang

Sebanyak 286 titik layanan akses internet eksisting dioptimalkan untuk menjaga akses masyarakat selama kabel diperbaiki. Titik-titik tersebut tersebar di tiga kabupaten kepulauan yang terdampak kendala pada jalur Palapa Ring Tengah.

Wilayah terdampakLokasi layananTitik akses
Kepulauan SangiheTahuna106 titik
Kepulauan SitaroOndong Siau48 titik
Kepulauan TalaudMelonguane132 titik

Kepulauan Sangihe memiliki pusat layanan di Tahuna, sedangkan Kepulauan Sitaro berada di Ondong Siau. Kabupaten Kepulauan Talaud menjadi wilayah dengan jumlah titik akses terbesar, yakni 132 titik di Melonguane.

Perbaikan Dilakukan di Laut Dalam

Gangguan terdeteksi pada kedalaman sekitar 3.400 meter dan berjarak kurang lebih 95 kilometer dari Terminal Station Morotai. Kondisi tersebut membuat restorasi memerlukan kapal khusus untuk melakukan peletakan serta penyambungan kabel di laut dalam.

BAKTI Komdigi menyatakan temuan teknis menunjukkan adanya putus serat optik sebagian pada kabel bawah laut tersebut. Langkah perbaikan dilakukan secara preventif untuk mencegah gangguan yang lebih luas, bukan karena jaringan mengalami putus total.

Anomali pada jalur kabel laut terpantau setelah aktivitas tektonik di kawasan Melonguane-Morotai. Wilayah itu sebelumnya mengalami gempa bermagnitudo 5,7 pada 26 Mei 2026 serta beberapa gempa kuat lainnya.

Jadwal Bergeser Empat Hari

Pelaksana Tugas Direktur Infrastruktur BAKTI Komdigi, Darien Aldiano, mengatakan cuaca buruk terjadi pada 7 hingga 9 Agustus 2026. Situasi itu mengharuskan tim menghentikan pekerjaan sementara sebagai langkah keselamatan.

Jadwal pemulihanStatusKeterangan
11 Agustus 2026Target awalLayanan ditargetkan pulih sepenuhnya
15 Agustus 2026Target penyesuaianMenunggu progres dan kondisi lapangan

Menurut Darien, target jaringan kembali terhubung diproyeksikan pada 15 Agustus 2026. Penyesuaian waktu itu mempertimbangkan kemajuan pekerjaan dan tahapan operasional yang masih berlangsung di lapangan.

Optimalisasi SATRIA 1 menjadi infrastruktur alternatif selama pemulihan jalur kabel optik belum rampung. Dukungan tersebut penting bagi layanan komunikasi masyarakat di wilayah kepulauan utara Sulawesi Utara.

Baca Juga