Crystal Palace berpotensi kehilangan Maxence Lacroix setelah Chelsea dikabarkan mencapai kesepakatan senilai sekitar 51 juta pound sterling. Bek tengah berusia 26 tahun itu disebut telah memberi lampu hijau untuk pindah ke Stamford Bridge.
Kehilangan Lacroix akan menjadi persoalan besar bagi Palace karena ia menjadi figur penting sejak tiba dari Wolfsburg pada 2024. Bersama klub London tersebut, pemain Prancis itu turut membantu meraih Piala FA dan Liga Konferensi UEFA.
Palace Menyusun Daftar Pengganti
Crystal Palace sebelumnya membidik Chrislain Matsima dari Augsburg untuk mengisi kebutuhan di lini belakang. Namun, pembicaraan mengenai pemain itu dilaporkan berjalan lambat dan berpotensi tidak dilanjutkan.
Beberapa alternatif lain juga masuk pantauan Palace, yakni Charlie Cresswell dari Toulouse, Ruben Kluivert dari Lyon, dan Chibuke Nwaiwu dari Trabzonspor. Palace dapat menghadapi persaingan untuk Nwaiwu karena Fulham turut meminati pemain tersebut.
Situasi ini membuat negosiasi dengan Chelsea memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar penjualan satu pemain. Palace juga berpeluang memperoleh salah satu bek Chelsea sebagai bagian dari rangkaian pembicaraan transfer.
| Bek Chelsea | Status | Catatan |
|---|---|---|
| Axel Disasi | Dipertimbangkan Palace | Tersedia di bursa transfer |
| Trevoh Chalobah | Dipertimbangkan Palace | Pernah terlibat transaksi antarklub |
| Benoit Badiashile | Dipertimbangkan Palace | Juga diminati klub lain |
Menurut Beritasatu, Axel Disasi, Trevoh Chalobah, dan Benoit Badiashile termasuk nama yang dapat dipertimbangkan Crystal Palace. Hubungan kedua klub dinilai cukup mendukung karena sebelumnya pernah terjadi beberapa transaksi pemain, termasuk situasi yang melibatkan Chalobah dan Ben Chilwell.
Alasan Chelsea Mengincar Lacroix
Bagi Chelsea, Lacroix menawarkan bek yang tidak lagi berada pada tahap awal perkembangan. Ia memiliki pengalaman di Premier League dan dinilai siap dipakai untuk mendukung penguatan pertahanan pada musim 2026/2027.
Profil fisiknya juga memberi alasan kuat bagi Chelsea untuk mengejarnya. Dengan tinggi sekitar 193 sentimeter, Lacroix memiliki kapasitas besar dalam duel udara, sapuan bola, dan kontak fisik.
Namun, kekuatan terbesarnya disebut berada pada kecepatan pemulihan. Ia mampu mengejar lawan dalam situasi transisi dan menjaga pertahanan ketika menghadapi duel satu lawan satu.
Dalam dua musim terakhir, Lacroix disebut mencatat tingkat keberhasilan yang tinggi saat merebut bola dalam duel satu lawan satu. Atribut itu membuatnya relevan bagi tim yang membutuhkan bek mampu bertahan di ruang terbuka.
Adam Bate dari Sky Sports menilai transfer Lacroix dapat menjadi pengecualian yang logis dari kebiasaan Chelsea merekrut pemain muda. Ia menilai perkembangan pemain itu meningkat pesat sejak kepindahannya dari Wolfsburg, terutama setelah Marc Guehi meninggalkan Palace.
Oliver Glasner juga menilai sang bek telah berkembang sejak direkrut dari Jerman. “Ada Maxence Lacroix, yang datang dari Wolfsburg, dan banyak yang bertanya, ‘Mengapa Anda merekrut pemain ini?’ Saya pikir dia telah menunjukkan peningkatan,” kata pelatih Crystal Palace itu.
Jika transfer tersebut benar-benar rampung, Chelsea memperoleh tambahan kualitas untuk membangun pertahanan yang lebih kokoh. Di sisi lain, Crystal Palace harus memastikan pencarian pengganti Lacroix tidak mengganggu stabilitas lini belakang mereka.






