Dituding Curang di Lintasan, Cindy Gulla Ungkap Persiapan agar Tetap Rapi

Cindy Gulla memilih menanggapi tudingan curang saat mengikuti ajang lari dengan santai. Ia membantah pernah naik ojek di tengah perlombaan dan mengatakan penampilan rapi di garis finis telah ia siapkan sendiri sejak sebelum berlari.

Tudingan itu muncul karena Cindy terlihat tetap segar dan terawat setelah menyelesaikan maraton maupun trail run. Sejumlah komentar kemudian mengaitkan penampilannya dengan dugaan bantuan khusus selama berada di lintasan.

Cindy menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan kecurangan tersebut. Ia mengakui mengetahui adanya oknum peserta yang berbuat curang dalam ajang lari, tetapi menyatakan tidak pernah menempuh cara yang sama.

Fokus pada Persiapan Pribadi

Bagi Cindy, tampilan rapi saat finis merupakan bagian dari perhatian terhadap detail penampilan sebelum kegiatan dimulai. Ia menyebut poni sebagai salah satu hal yang selalu diperhatikan ketika akan berlari.

“Jadinya aku tuh ikut kebawa-bawa. Karena, memang aku setiap lari tuh pasti mementingkan yang pertama poni aku. Ini harus on point supaya aku finish dengan slay, dengan centil, dengan masih on point,” ujar Cindy.

Ia menyatakan tidak ada kru yang memperbaiki penampilannya ketika perlombaan berlangsung. Persiapan sebelum lari menjadi penjelasan utama atas kondisi dirinya yang tetap terlihat rapi saat mencapai akhir rute.

Pernyataan tersebut disampaikan Cindy di Studio Rumpi No Secret Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan. Keterangan mengenai jawaban Cindy atas komentar negatif itu dimuat hot.detik.com.

Biaya Perjalanan dan Koper yang Dibawa Sendiri

Cindy juga menolak anggapan bahwa dirinya selalu bepergian bersama tim besar. Ia mengatakan biaya mengikuti perlombaan tidak murah, sehingga dirinya hampir tidak pernah membawa teman.

Menurut Cindy, ia biasanya pergi sendiri termasuk ketika harus membawa perlengkapan. Ia menyebut dirinya menarik koper sendiri saat mengikuti kegiatan lari.

“Ada yang bilang ‘ini mah bawa tim, bawa makeup artist, bawa asisten’, padahal astaga guys, aku geret-geret koper sendirian,” katanya. Pernyataan itu menjawab dugaan bahwa ada makeup artist dan asisten pribadi yang menyertainya dalam setiap perjalanan.

Persepsi mengenai keberadaan tim, menurut Cindy, juga dipengaruhi banyaknya konten dari satu kegiatan. Satu kali lari dapat menghasilkan unggahan berkali-kali, sehingga orang mengira ada rombongan yang terlibat.

“Makin ke sini makin seru, makin asyik, konten mulu, larinya satu kali upload kontennya berkali-kali. Orang tuh ngira aku bawa tim,” ujar Cindy. Ia menekankan bahwa banyaknya unggahan tidak menunjukkan jumlah orang yang hadir bersamanya.

Ketentuan untuk Mengikuti Trail Run

Cindy memandang dugaan membawa pendamping ke lintasan trail run juga tidak sederhana. Orang yang diajak harus dapat menjalani trail run, karena jika tidak mereka dapat kelelahan di tengah perjalanan.

“Dan kalaupun aku ajak tim, itu tuh mereka juga harus bisa trail run. Kalau nggak, mereka bisa KO di tengah jalan gitu,” katanya. Ia menyebut kemampuan fisik menjadi hal yang tidak dapat diabaikan bagi siapa pun yang berada di lintasan tersebut.

Ia menambahkan bahwa beberapa kategori trail run mensyaratkan pengalaman lomba sebelumnya. Peserta perlu menyertakan sertifikat pernah mengikuti perlombaan dengan jarak minimal 10 kilometer atau 20 kilometer.

Penjelasan itu dipakai Cindy untuk memperkuat bantahannya atas tudingan mengandalkan pendamping di lintasan. Alih-alih terpancing emosi, ia mengaku lebih memilih menertawakan anggapan bahwa dirinya sampai membawa tim khusus ke setiap lomba.

“Sebenernya sih kalau sebal nggak, tapi lebih ke ngakak aja sih. Kayak, ‘Ya ampun aku seniat itu kah bawa tim?’” ujarnya. Cindy menegaskan bahwa kegiatan lari yang diikutinya tetap dijalani dengan persiapan dan barang bawaan yang ia urus sendiri.

Baca Juga