Pasar Indonesia masih memiliki ruang bagi kendaraan listrik yang mampu membawa tujuh penumpang secara praktis. Kia melihat celah itu melalui PV5, tetapi belum menetapkan apakah model tersebut akan diarahkan untuk keluarga, rental, atau kebutuhan operasional lain.
Pertanyaan mengenai sasaran pembeli menjadi penentu penting karena Kia juga harus menyesuaikan harga dengan karakter pasar domestik. Bagi pengguna usaha, biaya masih menjadi pertimbangan besar sebelum beralih ke kendaraan listrik.
VP Operations Kia Sales Indonesia Harry Yanto mengatakan perusahaan belum dapat memutuskan posisi PV5 tanpa kajian lebih lanjut. Kia perlu memastikan kelompok konsumen yang paling membutuhkan kendaraan tersebut.
“Kami harus menentukan positioning terlebih dahulu. Siapa pembelinya? Apakah perusahaan rental atau segmen lain. Itu yang masih kami kaji,” ujar Harry Yanto.
Menurutnya, kondisi Indonesia berbeda dengan Thailand dalam cara pelaku usaha memandang kendaraan listrik. Perusahaan di Thailand mulai mempertimbangkan penggunaan kendaraan listrik untuk memperkuat citra ramah lingkungan.
“Di Indonesia, pelaku usaha masih berpikir biaya harus murah. Berbeda dengan Thailand yang mulai banyak perusahaan mengejar citra sebagai green company sehingga berani beralih ke kendaraan listrik,” kata Harry.
Respons Positif terhadap PV5
Meski keputusan pasar belum ditetapkan, minat terhadap Kia PV5 disebut cukup menjanjikan. Model tersebut sebelumnya menarik perhatian pengunjung saat diperkenalkan di IIMS.
Desain futuristis menjadi salah satu alasan model ini mendapat respons positif. Fleksibilitas kabinnya juga dipandang sesuai dengan kebutuhan mobilitas keluarga di kawasan perkotaan.
Harry menyampaikan bahwa banyak calon konsumen menyukai tampilan PV5. Harapan terhadap hadirnya konfigurasi tujuh penumpang juga muncul dari respons tersebut.
“Responsnya bagus. Banyak yang bilang modelnya lucu, desainnya menarik, dan berharap ada versi 7-seater,” ungkap Harry.
Kia menilai pilihan kendaraan listrik berdesain menarik dengan kapasitas tujuh penumpang masih belum banyak tersedia di Indonesia. Potensi ini dapat memberi PV5 peran tersendiri apabila nanti produk tersebut memperoleh posisi yang tepat.
“Kalau melihat potensi, pasti ada. Saat ini mobil listrik dengan desain bagus yang bisa mengangkut tujuh penumpang praktis belum ada di Indonesia,” jelas Harry.
Produk yang Disiapkan untuk GIIAS 2026
Peluang PV5 muncul saat Kia Sales Indonesia mempersiapkan penampilan produk untuk GIIAS 2026. Perusahaan tidak hanya menyiapkan kendaraan listrik, tetapi juga model bermesin pembakaran internal yang mendapat pembaruan.
Harry menyebut beberapa lini EV Kia akan dipajang dalam pameran tersebut. Di sisi lain, model ICE Kia juga akan hadir dengan sedikit penyegaran.
| Model atau Lini | Status untuk GIIAS 2026 |
|---|---|
| Kia PV5 | Potensi pasar tujuh penumpang sedang dikaji melalui penentuan posisi produk. |
| New Kia Seltos | Masuk daftar model yang dinantikan. |
| Kia Carens | Disebut berpeluang memperoleh varian baru, tanpa rincian spesifikasi. |
| Model EV dan ICE Kia | EV disiapkan untuk dipajang, sedangkan ICE mendapat pembaruan terbatas. |
New Kia Seltos menjadi salah satu model yang disorot dalam agenda penyegaran perusahaan. Kia Carens juga disebut berpeluang memiliki varian terbaru, meski belum ada penjelasan mengenai wujud maupun kelengkapannya.
Rencana tersebut menempatkan GIIAS 2026 sebagai kesempatan Kia untuk memperlihatkan arah lini produknya di Indonesia. Untuk PV5, langkah berikutnya akan sangat bergantung pada hasil kajian harga dan kebutuhan konsumen yang dibidik.






