Kualitas Melimpah Belum Cukup, Carragher Ragu Trio Liverpool Bisa Mengejar Gelar

Jamie Carragher belum yakin kombinasi gelandang Liverpool saat ini mampu menjadi fondasi tim untuk kembali bersaing memperebutkan gelar. Keraguannya muncul bukan karena kurangnya kualitas, melainkan karena sejumlah pemain memiliki karakter menyerang yang serupa.

Ia menilai susunan Alexis Mac Allister, Dominik Szoboszlai, dan Ryan Gravenberch dapat menghadirkan kemampuan individu yang tinggi. Namun, Carragher mempertanyakan apakah ketiganya mampu menciptakan keseimbangan yang dibutuhkan sepanjang pertandingan.

“Saya kesulitan membayangkan bagaimana trio lini tengah itu, yang secara individu semuanya adalah pemain yang sangat bagus, bisa menjadi trio lini tengah yang membawa Liverpool kembali bersaing memperebutkan gelar juara,” ujar Carragher. Mantan pemain Liverpool itu juga menyatakan belum yakin terhadap komposisi tersebut.

Masalah Bukan pada Kedalaman Skuad

Liverpool memiliki 10 pemain di posisi gelandang, sebuah jumlah yang menunjukkan kedalaman pilihan mereka. Florian Wirtz, Szoboszlai, Mac Allister, Gravenberch, Curtis Jones, dan Wataru Endo termasuk nama yang tersedia.

Opsi yang melimpah memberi peluang bagi Liverpool untuk mengubah susunan sesuai lawan dan kebutuhan laga. Meski demikian, Carragher menilai persoalan pentingnya adalah menyatukan pemain-pemain tersebut menjadi unit yang saling melengkapi.

Menurutnya, para gelandang yang berkualitas itu cenderung ingin terlibat aktif di depan. “Kualitas mereka hampir terlalu berlimpah, tetapi mereka semua ingin maju, bermain, dan berlari,” katanya seperti dikabarkan Sports Mole.

Kecenderungan itu dapat membuat ruang di tengah lapangan terbuka apabila tidak ada pemain yang cukup menjaga posisi. Dalam situasi kehilangan bola, celah tersebut berpotensi memberi lawan jalur untuk membangun serangan balik.

Sinyal dari Pertandingan Pramusim

Penilaian Carragher turut berkaitan dengan apa yang terlihat dalam pertandingan pramusim Liverpool. Ia menyoroti ruang kosong di sektor tengah yang terus muncul dalam periode persiapan tersebut.

Liverpool kemudian mengalami dua kekalahan pada laga pramusim terakhir. Leeds United dan AS Monaco berhasil mencetak lebih banyak gol dibandingkan The Reds.

Lawan LiverpoolHasil Pertandingan
Leeds United2-4
AS Monaco2-3

Dua laga tersebut juga memperlihatkan bahwa keunggulan dua gol belum cukup untuk menjamin kemenangan. Liverpool terkena comeback, sehingga kebutuhan akan kontrol permainan di area tengah menjadi semakin jelas.

Kritik Carragher tidak mengesampingkan kemampuan pemain seperti Florian Wirtz, Gravenberch, atau Szoboszlai. Fokusnya tertuju pada cara Liverpool menjaga kreativitas dan mobilitas tanpa melemahkan perlindungan ketika tim tidak menguasai bola.

Keberadaan Wataru Endo, Curtis Jones, Mac Allister, serta pilihan lain memberi Liverpool bahan untuk mencari formula berbeda. Komposisi akhir lini tengah akan menentukan apakah kekuatan menyerang tim dapat berjalan seiring dengan struktur yang lebih rapat.

Baca Juga