Cakra NX1 menawarkan jarak tempuh hingga 140 kilometer dalam sekali pengisian baterai. Angka ini menjadi daya tarik utama bagi pengguna yang membutuhkan motor listrik untuk aktivitas rutin di perkotaan.
Kebutuhan pengisian singkat juga menjadi perhatian melalui fitur Boost Charge. Fitur tersebut disebut mampu mengisi kapasitas baterai hingga 50 persen dalam sekitar 25 menit.
Baterai generasi baru berkapasitas 3,3 kWh menjadi penopang klaim jarak tempuh tersebut. Sistem pengisiannya memakai ALVA Intelligent Charging System atau AICS yang memungkinkan penyesuaian daya pengisian, termasuk ketika dilakukan di rumah.
Data Utama untuk Mobilitas Kota
| Komponen | Data | Kegunaan |
|---|---|---|
| Motor penggerak | Hub drive hingga 4,5 kW | Mobilitas perkotaan |
| Torsi puncak | 125 Nm | Respons tenaga |
| Baterai | Next Gen Battery 3,3 kWh | Jarak tempuh hingga 140 km |
| Kecepatan maksimum | Sekitar 80 km/jam | Perjalanan harian dalam kota |
Motor listrik ini menggunakan penggerak hub drive dengan tenaga maksimum sekitar 4,5 kW. Torsi puncaknya mencapai 125 Nm, sedangkan kecepatan tertinggi berada di kisaran 80 kilometer per jam.
Karakter tersebut menempatkan Cakra NX1 sebagai kendaraan untuk perjalanan kerja dan kebutuhan harian di dalam kota. Orientasinya bukan mengejar performa motor sport, melainkan memberi respons tenaga yang praktis dalam lalu lintas perkotaan.
Pilihan Mode dan Perangkat Pengereman
Pengendara dapat memilih tiga mode berkendara, yaitu Eco, Urban, dan Sport. Mode Eco ditujukan untuk penghematan energi, sementara Urban serta Sport memberi karakter tenaga yang berbeda sesuai situasi perjalanan.
Pada sisi keselamatan, motor ini memakai Combi Braking System atau CBS dengan rem cakram ganda. Cakra NX1 juga dibekali fitur bantuan untuk menghadapi kondisi jalan menanjak maupun turunan.
Kemampuan di jalan tidak ideal turut menjadi bagian dari spesifikasi yang disampaikan. Cakra NX1 disebut dapat melewati genangan hingga sekitar 50 sentimeter dan menanjak pada kemiringan sampai 14 derajat.
Data tersebut relevan dengan kondisi jalan di Indonesia yang tidak selalu seragam. Namun, penggunaan kendaraan tetap perlu disesuaikan dengan situasi aktual di lapangan serta mengutamakan keselamatan pengendara.
Bagian dari Program MOLINAS
Cakra NX1 mendapat perhatian dalam program Motor Listrik Nasional atau MOLINAS. Program itu diluncurkan di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group atau ALVA di Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Pemerintah menempatkan MOLINAS sebagai upaya membangun ekosistem kendaraan listrik buatan dalam negeri. Cakupannya tidak terbatas pada kehadiran satu model motor listrik.
Ekosistem yang didorong meliputi manufaktur, komponen, baterai, infrastruktur pengisian, battery swapping, distribusi, layanan purnajual, dan pembiayaan. Kemudahan masyarakat dalam memperoleh, menggunakan, serta merawat kendaraan listrik akan menentukan hasil program tersebut.
Teknologi baterai dan jarak tempuh serupa juga digunakan pada ALVA N3 Next Gen. Kehadiran sistem pengisian yang fleksibel menjadi salah satu aspek penting untuk mendukung penggunaan motor listrik secara harian.
Pembiayaan dan Layanan Jadi Penentu
Menurut sumeks.disway.id, ALVA telah memproduksi sekitar 20.000 unit motor listrik. Kapasitas ini menjadi salah satu konteks bagi penguatan industri kendaraan listrik nasional.
Pemerintah membuka peluang pembiayaan berbunga rendah untuk kepemilikan motor listrik. Skema tanpa uang muka atau DP juga disebut dapat dipertimbangkan bagi masyarakat.
Selain itu, terdapat pertimbangan skema tukar tambah dari motor bensin ke motor listrik. Langkah tersebut diarahkan untuk mempercepat peralihan dari kendaraan berbahan bakar minyak.
Jarak tempuh dan waktu pengisian Cakra NX1 hanya menjadi satu bagian dari tantangan adopsi motor listrik. Ketersediaan titik pengisian, jaringan layanan, harga terjangkau, dan kemudahan perawatan tetap menjadi kebutuhan utama pengguna.






