Pengembangan motor listrik nasional diarahkan untuk memakai baterai berbasis nikel, seiring ambisi memperkuat rantai produksi di dalam negeri. Di tengah agenda tersebut, Presiden Prabowo Subianto meresmikan motor listrik nasional bernama Cakra NX1 yang diduga memiliki basis desain Alva N3.
Dugaan kemiripan itu muncul dari rekaman video peresmian yang berlangsung di pabrik Alva. Bentuk bagian depan hingga sisi samping Cakra NX1 disebut sangat menyerupai Alva N3.
Rantai Baterai dari Nikel hingga Kendaraan
Pemerintah ingin ekosistem motor listrik nasional mencakup lebih dari sekadar kendaraan jadi. Pengembangannya diarahkan dari pengolahan bahan baku nikel, pembuatan cell battery, hingga perakitan battery pack.
CEO Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan Indonesia memiliki 46 persen cadangan nikel dunia. Ia menilai potensi tersebut dapat mendukung pembentukan rantai produksi baterai nasional.
Rosan memperkirakan nilai pasar sektor motor listrik mencapai sekitar US$170 miliar atau setara Rp3.039,12 triliun dengan kurs Rp17.877. Nilai tersebut menjadi salah satu dasar dorongan untuk memperluas industri kendaraan listrik di dalam negeri.
Sekitar 10 perusahaan nasional disebut telah memenuhi kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri dari Kementerian Perindustrian. Ekosistem Molinas juga melibatkan PT Len Industri dan Profesor Sigit untuk mendukung standardisasi internasional serta daya saing di pasar regional dan global.
Posisi Cakra NX1 Masih Menunggu Penjelasan Teknis
Kemiripan visual membuat Cakra NX1 disebut sebagai kemungkinan rebadge dari Alva N3. Namun, belum tersedia keterangan mengenai spesifikasi dan komponen khusus yang membedakan keduanya.
Karena itu, kesamaan desain belum dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa Cakra NX1 memiliki seluruh perangkat maupun performa yang sama dengan Alva N3. Informasi mengenai konfigurasi baterai, sistem pengisian, dan fitur Cakra NX1 belum dijelaskan.
Alva N3 sebagai Pembanding
Alva N3 dibekali fasilitas yang mendukung kebutuhan berkendara sehari-hari. Fasilitas tersebut meliputi port USB untuk pengisian daya ponsel, bagasi, dan kompartemen penyimpanan yang lega.
Model ini juga memiliki panel instrumen digital serta teknologi anti-banjir. CNN Indonesia menyebut Alva N3 memakai Alva Intelligent Charging System atau AICS untuk menunjang proses pengisian daya.
Dari sisi performa, Alva N3 disebut dapat mencapai kecepatan hingga 80 km per jam. Jarak tempuhnya dapat mencapai 140 km ketika menggunakan dua baterai.
Data tersebut membantu menjelaskan kemampuan model yang diduga menjadi basis Cakra NX1. Meski demikian, data itu tetap tidak dapat diposisikan sebagai spesifikasi resmi Cakra NX1.
Pengisian Reguler dan Boost Charge
Alva N3 menyediakan pilihan pengisian baterai dengan daya 840 watt dan 500 watt. Kedua pilihan itu memiliki durasi pengisian yang berbeda.
| Jenis Pengisian | Daya | Waktu Pengisian |
|---|---|---|
| Pengisian baterai | 840 watt | 4 jam |
| Pengisian baterai | 500 watt | Kurang lebih 7 jam |
Fitur boost charge menjadi salah satu kemampuan yang menonjol pada Alva N3. Pengisian dari 10 persen hingga 50 persen dapat dilakukan dalam waktu kurang dari 30 menit, tetapi hanya di Alva Charging Station.
Jika Cakra NX1 memang berbagi basis dengan Alva N3, rincian teknis resmi akan menentukan sejauh mana kesamaan keduanya. Penjelasan itu juga penting untuk melihat keterkaitan model tersebut dengan agenda penggunaan baterai berbasis nikel di dalam negeri.






