Indonesia Punya 46 Persen Cadangan Nikel Dunia, Molinas Siapkan Baterai hingga Cicilan Ringan

Indonesia disebut menguasai 46 persen cadangan nikel dunia, sumber daya yang ingin dijadikan fondasi Program Motor Listrik Nasional atau Molinas. Program ini tidak hanya menargetkan kemudahan membeli motor listrik, tetapi juga penguatan produksi baterai di dalam negeri.

Danantara Indonesia mendukung Molinas dari tahap hilirisasi bahan baku hingga pembiayaan konsumen. Strategi tersebut diarahkan agar pengembangan motor listrik memiliki rantai pasok yang lebih mandiri.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyebut baterai dalam program ini akan didorong menggunakan basis nikel. Indonesia juga disebut sudah memiliki teknologi serta kemampuan mengolah nikel menjadi sel baterai hingga battery pack.

Pengolahan bahan baku hingga komponen baterai di dalam negeri dinilai penting bagi sektor strategis ini. Dengan demikian, pengembangan kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada penjualan produk akhir.

“Kalau kita lihat, resepnya untuk Molinas ini semuanya ada di kita,” ujar Rosan di sela peluncuran program. Ia merujuk pada ketersediaan bahan baku, kemampuan hilirisasi, dan pembiayaan yang sedang dipersiapkan.

Danantara Menyiapkan Pendanaan Konsumen

Di sisi pembelian, Danantara berkoordinasi dengan perbankan dan institusi keuangan di bawah naungannya. Pendanaan yang disiapkan mencakup bunga lebih rendah serta jangka waktu cicilan yang lebih panjang.

Uang muka motor listrik yang selama ini disebut berada pada kisaran 10 persen juga akan dikurangi. Pemerintah bahkan membuka peluang agar pembelian kendaraan tersebut tidak lagi mensyaratkan DP.

Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan kebijakan pembiayaan itu ditujukan untuk masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan saat peluncuran Molinas pada Kamis (13/8/2026).

“Kita akan turunkan bunga cicilan untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP,” kata Prabowo. Kemudahan pembiayaan diharapkan mengatasi hambatan biaya awal yang masih dipertimbangkan calon pembeli.

Fokus MolinasLangkah yang DisiapkanManfaat yang Dituju
PembiayaanBunga lebih rendah dan tenor lebih panjangAngsuran lebih ringan
Uang mukaDikurangi atau berpotensi dihapuskanPembelian awal lebih mudah
BateraiBerbasis nikel dalam negeriMemperkuat rantai produksi nasional

Penghematan Pengguna dan Potensi Pasar

Selain biaya pembelian, pemerintah menyoroti pengeluaran selama motor listrik digunakan. Prabowo memperkirakan penggunaan motor listrik dibandingkan motor bensin dapat memberikan penghematan harian minimal 50 persen.

Menurutnya, penghematan itu dapat mencapai 70 persen pada ujung perhitungan. Klaim efisiensi tersebut menjadi salah satu alasan program ini diarahkan untuk mempercepat peralihan masyarakat dari kendaraan berbahan bakar minyak.

Potensi peralihan itu cukup besar karena pasar motor listrik masih kecil. Rosan memaparkan jumlah motor yang beredar di Indonesia sekitar 140 juta unit, sedangkan penjualan motor baru mencapai 6 juta hingga 7 juta unit per tahun.

Pembelian motor listrik baru masih berkisar 60 ribu hingga 70 ribu unit. Jumlah tersebut kurang dari 1 persen dari pasar kendaraan roda dua nasional.

Rosan memperkirakan pasar Molinas dapat mencapai sekitar 170 miliar dollar AS. Perhitungan itu bertumpu pada besarnya populasi motor dan peluang perpindahan pengguna apabila ekosistem pembiayaan serta produksi dapat berjalan.

Otomotif Kompas melaporkan program ini berfokus pada pembiayaan terjangkau dan industri baterai berbasis nikel. Realisasinya akan bergantung pada ketersediaan bunga rendah, kebijakan uang muka, dan kesiapan rantai produksi dalam negeri.

Baca Juga