BYD mampu melampaui penjualan Toyota dan Chery pada Juni meski transisi menuju produksi lokal masih berjalan. Merek kendaraan listrik asal Shenzhen itu membukukan wholesales 5.264 unit dan retail 3.757 unit.
Pencapaian tersebut kontras dengan kondisi Mei, ketika wholesales BYD hanya mencapai 895 unit. Ketersediaan unit yang kembali membaik menjadi faktor penting di balik pemulihan penjualan dalam waktu satu bulan.
Lonjakan ini juga terjadi saat pasar mobil Indonesia pada semester pertama menghadapi tekanan. Kenaikan harga kendaraan akibat kondisi ekonomi dan belum berlakunya insentif baru menjadi beberapa faktor yang membayangi pasar.
Produksi Lokal Masih dalam Masa Peralihan
BYD sejak awal telah menyiapkan fasilitas untuk merakit kendaraan di Indonesia. Persiapan fasilitas dan proses produksi memerlukan waktu sebelum perakitan dapat dijalankan secara luas.
Hingga akhir kuartal kedua 2026, perusahaan masih berada dalam tahap transisi. Situasi tersebut memicu pertanyaan tentang pasokan yang memungkinkan penjualan BYD melonjak pada Juni.
Sejumlah pihak menduga kendaraan yang terjual berasal dari stok yang telah tersedia dari periode sebelumnya. Stok itu dinilai perlu disalurkan sebelum proses persiapan dan pola pasokan baru selesai dijalankan.
BYD disebut telah menyelesaikan tahap persiapan dan mulai merakit beberapa model secara lokal. Meski demikian, sebagian kendaraan tetap harus didatangkan langsung dari China karena belum seluruh lini masuk skema perakitan Indonesia.
Model Impor Tetap Mengisi Jajaran
| Model | Jenis Kendaraan | Status Pasokan | Catatan |
|---|---|---|---|
| BYD Seal | Sedan | Impor dari China | Peminat sedan disebut lebih terbatas |
| BYD Atto 3 | SUV kompak | Impor dari China | Belum dirakit secara lokal |
BYD Seal masih mengandalkan impor karena berada di segmen sedan. Sementara BYD Atto 3 juga masih didatangkan dari China dan penjualannya sepanjang tahun ini disebut belum melampaui Sealion 7.
Di sisi lain, M6 EV dan Atto 1 lebih dahulu menarik minat konsumen Indonesia. Denza D9 juga menjadi salah satu model yang mendapat perhatian di segmen MPV mewah.
Atto 1 Menjadi Gambaran Pemulihan
Perubahan pasokan paling jelas terlihat pada BYD Atto 1. Model tersebut hanya mencatat penjualan puluhan unit pada Mei dan belum mencapai 100 unit dalam sebulan.
Pada Juni, penjualan Atto 1 berubah menjadi ribuan unit seiring membaiknya ketersediaan kendaraan. Data yang diberitakan ridertua.com menunjukkan pemulihan BYD terjadi pada pengiriman unit sekaligus penjualan retail.
| Periode | Wholesales BYD | Retail BYD |
|---|---|---|
| Mei | 895 unit | Tidak disebutkan |
| Juni | 5.264 unit | 3.757 unit |
BYD masih memegang dominasi di pasar kendaraan listrik Indonesia di tengah persaingan yang semakin ketat. Selain lini BEV, perusahaan juga menjual M6 DM yang disebut sebagai PHEV terlaris sepanjang semester pertama 2026.






