Turun Darurat dari 15.000 Kaki, Pesawat Kembali Setelah Jendela Terlepas

Sebuah pesawat Boeing 737-800 melakukan penurunan darurat dari sekitar 15.000 kaki setelah terjadi gangguan tekanan kabin di udara. Pesawat kemudian kembali ke Bandara Thessaloniki, Yunani, alih-alih melanjutkan penerbangan menuju Memmingen, Jerman.

Gangguan itu dipicu oleh lepasnya salah satu jendela penumpang beberapa menit setelah pesawat tinggal landas. Seorang penumpang pria berusia 61 tahun sempat terhisap ke arah bukaan sebelum berhasil diselamatkan penumpang lain.

Pesawat Menurunkan Ketinggian untuk Kembali

Data Flightradar24 menunjukkan pesawat telah mencapai sekitar 15.000 kaki atau 4.570 meter sekitar enam menit setelah lepas landas. Setelah tekanan udara kabin hilang, pesawat turun ke ketinggian 6.000 kaki dan berputar balik.

Pesawat dilaporkan berada di ketinggian tersebut selama sekitar 30 menit untuk menghabiskan bahan bakar. Setelah prosedur itu dilakukan, pesawat mendarat dengan selamat di Thessaloniki.

TahapanKetinggianSituasi
Pendakian awal15.000 kakiPesawat mencapai sekitar 4.570 meter.
Setelah tekanan kabin hilang6.000 kakiPesawat turun dan kembali ke bandara asal.

Penumpang Terdorong ke Arah Bukaan

Pria berusia 61 tahun yang duduk di dekat jendela mengalami situasi paling berbahaya saat gangguan terjadi. Kepala, leher, dan bahunya dilaporkan sempat keluar melalui bukaan jendela sebelum tubuhnya ditarik kembali ke dalam kabin.

Seorang penumpang bernama Christina mengatakan kepada Radio Thessaloniki bahwa orang yang duduk di dekat korban langsung bertindak. “Kepala, leher, dan bahu [pria itu] sempat terhisap keluar dari jendela. Penumpang yang duduk di dekatnya langsung bertindak cepat dan menariknya kembali ke dalam,” katanya.

Korban dilaporkan mengalami luka pada leher dan bahu serta luka bakar akibat gesekan. Pejabat rumah sakit Yunani membenarkan informasi itu dengan syarat identitas korban tidak diungkapkan.

Suara Keras Mengawali Gangguan Kabin

Penumpang mendengar suara keras sebelum masker oksigen otomatis turun di dalam kabin. Christina menggambarkan bunyi tersebut menyerupai ban meletus, tetapi jauh lebih keras.

Ia mengatakan penumpang segera memahami bahwa tekanan udara kabin telah hilang ketika pesawat turun tajam. Situasi itu terjadi dalam penerbangan Malta Air dari Thessaloniki menuju Memmingen pada Jumat pagi.

Ryanair menyatakan penerbangan tersebut kembali ke Thessaloniki tidak lama setelah lepas landas karena salah satu jendela penumpang terlepas. Malta Air adalah anak perusahaan Ryanair.

Laporan Awal Menyebut Mesin Kanan

Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat atau NTSB telah menerima laporan mengenai pesawat yang berbalik arah. Laporan awal itu juga menyebut adanya masalah pada mesin kanan serta dekompresi kabin.

Investigasi resmi akan dipimpin Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan Republik Makedonia Utara. Lembaga tersebut menangani penyelidikan berdasarkan aturan penerbangan internasional karena hilangnya tekanan terjadi di wilayah udara negara itu.

Mantan pilot komersial sekaligus pengajar Universitas Georgetown, Shye Gilad, menyatakan sabuk pengaman penting dipakai selama penumpang duduk. Menurutnya, dekompresi cepat dapat menciptakan daya hisap kuat di sekitar lokasi kebocoran sebelum tekanan kabin stabil kembali.

“Sabuk pengaman sangat krusial di detik-detik awal tersebut. Ini yang membedakan antara keselamatan dan bahaya, sehingga orang-orang harus selalu mengencangkan sabuk pengaman sepanjang waktu,” kata Gilad.

Baca Juga