BEV Disebut Lebih Pangkas Emisi, Insentif Hybrid Kembali Diperdebatkan

Kendaraan listrik berbasis baterai atau BEV disebut dapat menghasilkan pengurangan emisi yang lebih besar dibanding kendaraan hybrid. Temuan yang dirujuk InfluenceMap itu berlaku termasuk dengan bauran listrik Indonesia saat ini.

Perbandingan tersebut membuat dukungan insentif untuk kendaraan hybrid kembali diperdebatkan. Hybrid masih memakai mesin pembakaran internal atau ICE, sehingga dinilai berpotensi memperpanjang penggunaan bahan bakar fosil di sektor transportasi.

Penjualan kendaraan listrik di Indonesia disebut telah tumbuh pesat dalam lima tahun terakhir. InfluenceMap menilai perkembangan tersebut perlu diikuti kebijakan yang mendorong peralihan lebih tegas ke BEV.

Insentif yang meluas

Pada Desember 2024, insentif yang semula ditujukan bagi BEV diperluas untuk mencakup kendaraan hybrid berbasis ICE. Sejak penerapan kebijakan itu, industri otomotif disebut masih mendorong pemberian insentif bagi kendaraan dengan mesin pembakaran internal.

Muhammad Risky, analis Indonesia di InfluenceMap, memandang dukungan berkelanjutan bagi hybrid dapat menunda elektrifikasi transportasi. Menurutnya, kebijakan tersebut juga perlu dilihat dari dampaknya terhadap ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar.

“Ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar membuat dekarbonisasi sektor transportasi dan ketahanan energi menjadi dua isu yang tidak dapat dipisahkan,” kata Risky dalam keterangan daring. Ia menilai sejumlah usulan industri berisiko mempertahankan ketergantungan tersebut.

Argumentasi IndustriPenilaian InfluenceMap
Insentif ICE mendorong pertumbuhan pasarBukti publik dinilai tidak mendukung
Hybrid sesuai dengan kondisi jalan IndonesiaBukti publik dinilai tidak mendukung
Dekarbonisasi harus netral terhadap teknologiBukti publik dinilai tidak mendukung

Peran produsen besar

Toyota, Honda, dan Suzuki disebut menguasai sekitar 74 persen pasar kendaraan Indonesia pada 2025. Ketiganya juga disebut memiliki posisi kepemimpinan strategis di Gaikindo.

Menurut analisis InfluenceMap yang diberitakan CNN Indonesia, Toyota, Honda, Suzuki, dan Gaikindo mengadvokasi dukungan kebijakan bagi kendaraan hybrid. Gaikindo turut disebut mendorong keberlanjutan insentif untuk teknologi tersebut.

Riset InfluenceMap sebelumnya juga menyoroti Toyota dan Japan Automobile Manufacturers Association atau JAMA di sejumlah pasar berkembang. Organisasi itu disebut menjalankan strategi lintas pasar yang dapat memperlambat transisi kendaraan listrik, termasuk di Indonesia.

Pemerintah telah menjadikan kemandirian energi sebagai salah satu sasaran nasional. Presiden Prabowo Subianto berulang kali menekankan perlunya menekan ketergantungan pada bahan bakar impor melalui ketahanan energi dan elektrifikasi.

Pembahasan Peta Jalan Nasional Kendaraan Listrik serta insentif baru pada 2026 akan menjadi penentu berikutnya dalam arah kebijakan otomotif. Gaikindo telah dihubungi untuk menanggapi tudingan tersebut, tetapi belum memberikan respons.

Baca Juga