Bernadya mengaku tidak mengetahui venue yang akan dipilih manajemen untuk showcase album Semoga Hanya di Mimpi. Ia baru mendengar bahwa lokasi pertunjukan berada di Tennis Indoor Senayan melalui percakapan dengan seorang teman.
Meski tidak ikut menentukan venue, Bernadya tetap terlibat dalam pengembangan sisi kreatif pertunjukan. Diskusi mencakup konsep panggung, alur acara, serta pengalaman yang ingin dihadirkan untuk penonton.
“Tapi aku enggak pernah tahu venue-nya akan yang mana yang dipilih sama Bapak Bos. Jadi, ternyata akhirnya di sini,” ungkap Bernadya.
Pilihan Tennis Indoor Senayan memberi konteks baru bagi perjalanan panggung Bernadya. Showcase album tersebut akan digelar pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Album baru dipadukan dengan lagu yang telah dikenal
Bernadya dijadwalkan membawakan materi dari Semoga Hanya di Mimpi dalam showcase ini. Sejumlah lagu hit dari album sebelumnya juga masuk dalam persiapan penampilan.
Susunan itu memungkinkan pertunjukan menghadirkan karya baru sekaligus lagu yang telah lebih dahulu dikenal penggemar. Fokus acara tetap berada pada peluncuran dan penyajian materi dari album teranyar.
| Bagian Pertunjukan | Keterangan | Informasi Pendukung |
|---|---|---|
| Waktu pelaksanaan | Sabtu, 25 Juli 2026 | Showcase album Bernadya |
| Lokasi | Tennis Indoor Senayan | Venue dengan skala lebih besar |
| Pengarah pertunjukan | Edy Khemod | Dipercaya sebagai show director |
Edy Khemod dipercaya menjadi show director yang mengemas showcase tersebut. Tugasnya berkaitan dengan penyusunan kemasan pertunjukan untuk materi album baru Bernadya.
Menurut Kompas.com, keterlibatan Bernadya dalam konsep kreatif menegaskan perhatian pada pengalaman penonton. Skala venue yang lebih besar menjadi ruang untuk menerapkan gagasan tersebut dalam format pertunjukan berbeda.
Langkah ke panggung indoor stadium
Tennis Indoor Senayan dipilih setelah Bernadya sebelumnya menutup satu babak pertunjukan di Graha Bhakti Budaya. Manajernya, Adryanto Pratono atau Boim, menyebut perpindahan ini sebagai lompatan yang perlu dilakukan.
“Menurut saya ini lompatan yang diperlukan gitu. Setelah sebelumnya kita bikin babak penutup di GBB, menurut saya pindah ke Tennis Indoor adalah salah satu lompatan yang diperlukan Bernadya karena ini adalah tantangan baru, menaklukkan panggung yang lebih besar dengan penonton indoor stadium gitu,” ujar Boim.
Bagi manajemen, perubahan venue bukan hanya persoalan lokasi. Peralihan itu membawa Bernadya ke tantangan untuk tampil di depan penonton dalam skala indoor stadium.
Graha Bhakti Budaya menjadi bagian dari fase pertunjukan sebelumnya, sedangkan Tennis Indoor Senayan menandai langkah berikutnya. Perpindahan tersebut berlangsung bersamaan dengan persiapan showcase Semoga Hanya di Mimpi.
Dengan panggung yang lebih besar, Bernadya tetap menempatkan musik dan rancangan pengalaman penonton sebagai unsur utama. Showcase ini akan menjadi ruang bagi materi album baru dan lagu-lagu populer terdahulu untuk hadir dalam satu kemasan pertunjukan.






