Bener Meriah diprakirakan menjadi wilayah dengan suhu paling sejuk dalam cakupan prakiraan cuaca Aceh pada pertengahan Agustus 2026. Suhu di daerah dataran tinggi ini berada pada kisaran 16 hingga 28 derajat Celsius, saat peluang hujan ringan muncul di sejumlah wilayah.
Di wilayah lain, suhu diperkirakan dapat mencapai 34 derajat Celsius. Kontras suhu tersebut terjadi ketika warga juga diminta mengantisipasi perubahan cuaca pada sore hingga malam hari.
Hujan ringan berpeluang terjadi pada dua hari
Peluang hujan ringan diprakirakan muncul di Bireuen dan Lhokseumawe pada Minggu, 16 Agustus 2026. Sehari kemudian, cakupannya meluas ke Bener Meriah, Aceh Utara, dan Aceh Timur.
Langsa diperkirakan berawan pada Minggu dan Senin. Pada Selasa, 18 Agustus 2026, keenam wilayah dalam prakiraan diproyeksikan berada dalam kondisi berawan.
| Hari dan tanggal | Potensi hujan ringan | Kondisi berawan |
|---|---|---|
| Minggu, 16 Agustus 2026 | Bireuen, Lhokseumawe | Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa |
| Senin, 17 Agustus 2026 | Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur | Langsa |
| Selasa, 18 Agustus 2026 | — | Seluruh enam wilayah |
Prakiraan tersebut disusun BMKG Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara untuk periode 15 sampai 18 Agustus 2026. Kondisi umum yang diperkirakan meliputi cuaca cerah berawan hingga hujan dengan intensitas beragam.
Suhu dan kelembapan wilayah tengah Aceh
Wilayah tengah Aceh diprakirakan memiliki suhu udara 17 hingga 29 derajat Celsius. Kelembapan udara di kawasan ini dapat mencapai 60 hingga 95 persen.
Angin diperkirakan bertiup dari tenggara hingga timur laut dengan kecepatan 5 sampai 10 kilometer per jam. Prakirawan Cuaca BMKG Aceh, Dedi Ardana, meminta masyarakat di wilayah tengah tetap mewaspadai hujan ringan pada sore hingga malam hari.
Untuk Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Bireuen, suhu diprakirakan berkisar 24 hingga 34 derajat Celsius. Perbedaan suhu dengan Bener Meriah menunjukkan pengaruh karakter wilayah terhadap kondisi udara yang dirasakan warga.
Warga perlu mencermati perubahan atmosfer
BMKG memantau daerah konvergensi dan konfluensi di wilayah perairan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan pembentukan awan hujan di sepanjang Sumatera, termasuk perairan barat Aceh.
Pembentukan awan hujan dapat memengaruhi kondisi cuaca setempat dalam periode prakiraan. Karena itu, warga yang memiliki agenda luar ruang dapat menyesuaikan persiapan dengan informasi cuaca terbaru.
Pada periode pemantauan tersebut, tidak ada titik panas yang terdeteksi di seluruh Aceh. Meski demikian, masyarakat dianjurkan terus mengikuti informasi resmi BMKG karena peluang hujan ringan dan awan tebal dapat berubah sewaktu-waktu.
Pembaruan cuaca penting diperhatikan terutama oleh warga yang beraktivitas dari sore hingga malam. Langkah tersebut dapat membantu masyarakat menyesuaikan kegiatan dengan kondisi atmosfer di wilayah masing-masing.






