Timnas Belanda menunjuk Xavi Hernandez sebagai pelatih baru dengan masa kontrak hingga 2030. Xavi membawa target jelas, yakni meraih kemenangan tanpa meninggalkan gaya permainan menyerang yang diyakininya.
Pelatih asal Spanyol itu ingin hasil dicapai dengan sepakbola yang sesuai karakter Belanda. Penguasaan bola, kreativitas, semangat, dan keyakinan menjadi elemen yang disebutnya akan menopang pendekatan tersebut.
“Tentu saja, tujuan utamanya adalah meraih kemenangan. Namun saya lebih memilih untuk mencapainya dengan cara yang mencerminkan karakteristik tersebut dan dapat dinikmati oleh banyak orang,” kata Xavi.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa proyek Xavi tidak hanya berorientasi pada hasil akhir. Ia juga menekankan pentingnya permainan yang mampu dinikmati banyak orang.
Belanda Dinilai Sejalan dengan Gagasannya
Menurut Detik Sport, Xavi menilai budaya sepakbola Belanda selaras dengan pandangannya terhadap permainan. Ia melihat Belanda memiliki tradisi yang kaya sekaligus visi sepakbola yang jelas.
Karena itu, pendekatan menyerang berbasis penguasaan bola dianggapnya relevan untuk diterapkan. Xavi juga memasukkan kreativitas, semangat, serta keyakinan sebagai bagian dari karakter permainan yang ingin dibangun.
“Belanda memiliki budaya sepakbola yang kaya dan visi yang jelas. Itu cocok dengan saya yang memainkan sepakbola menyerang yang mengandalkan penguasaan bola, serta penuh kreativitas, semangat, dan keyakinan,” ungkapnya.
Kesesuaian tersebut memiliki latar yang panjang dalam perjalanan sepakbola Xavi. Pengaruh tokoh-tokoh Belanda telah hadir sejak masa pembinaannya di Barcelona.
Pengaruh dari Barcelona
Louis van Gaal menjadi pelatih Belanda yang memberi Xavi kesempatan menjalani debut di Barcelona. Momen itu menjadi salah satu hubungan awal Xavi dengan figur sepakbola dari Belanda.
Frank Rijkaard juga memiliki posisi penting dalam kisah tersebut. Xavi menyebut mantan pelatihnya itu berperan dalam pembentukan dirinya sebagai pemain dan pelatih.
“Saya dulu diberikan debut di Barcelona oleh pelatih Belanda, Louis van Gaal. Serta saya pernah dilatih Frank Rijkaard, yang berperan penting dalam membentuk diri saya sebagai pemain maupun pelatih,” ujar Xavi.
Di akademi Barcelona, Xavi juga tumbuh dalam lingkungan yang dipengaruhi pemikiran Johan Cruyff dan Rinus Michels. Ia menyatakan pengaruh dua sosok itu memperkuat ikatan khususnya dengan sepakbola Belanda.
“Sebagai seseorang yang ditempa di akademi Barca, dengan pengaruh kuat dari sosok-sosok seperti Johan Cruyff dan Rinus Michels, saya merasa memiliki ikatan khusus dengan sepakbola Belanda,” papar Xavi.
Mengulang Pergantian dari Koeman
Penunjukan ini turut membawa konteks yang tidak biasa bagi Xavi dan Ronald Koeman. Xavi kembali menggantikan Koeman setelah sebelumnya mengambil alih jabatan pelatih Barcelona dari sosok yang sama.
Kali ini, peralihan terjadi pada kursi pelatih Timnas Belanda. Xavi akan melanjutkan peran tersebut hingga 2030 dengan fondasi permainan yang menurutnya dekat dengan identitas sepakbola Belanda.
Pergantian itu menyatukan pengalaman masa lalu Xavi di Barcelona dengan tantangan baru di level tim nasional. Fokusnya kini adalah mengubah kedekatan filosofis itu menjadi permainan menyerang yang tetap mengarah pada kemenangan.






