Bukan Sekadar Hemat, Prabowo Siapkan Bebas Uang Muka untuk Motor Listrik Nasional

Pemerintah disebut sedang menyiapkan pembebasan uang muka untuk pembelian motor listrik nasional. Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan rencana pemangkasan bunga cicilan agar peralihan dari motor bensin lebih mudah dilakukan.

Skema tersebut belum disertai penjelasan mengenai mekanisme maupun pelaksanaannya. Meski demikian, kebijakan itu disampaikan bersamaan dengan penekanan bahwa biaya penggunaan motor listrik lebih rendah daripada motor bensin.

Prabowo memperkirakan penghematan pengeluaran harian pengguna motor listrik minimal mencapai 50 persen. Dalam kondisi tertentu, angka penghematan yang ia sebut dapat meningkat hingga 70 persen.

Pernyataan itu disampaikan saat peresmian ekosistem motor listrik nasional melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden. Biaya operasional menjadi salah satu dasar yang digunakan pemerintah untuk mendorong perluasan penggunaan kendaraan roda dua listrik.

“Jadi nanti kalau masih ada yang pakai motor bensin yah rasain sendiri. Tadi kita hitung memakai motor listrik dibandingkan motor bensin penghematannya minimal 50 persen, pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak minimal 50 persen.”

Produksi Nasional Mulai Didorong

Selain membahas pengguna, acara peresmian turut menyoroti kapasitas industri motor listrik dalam negeri. PT Ilectra Motor Group atau Alva, yang merupakan anak perusahaan PT Indika Energy Tbk, disebut telah memproduksi 20.000 unit.

Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap capaian tersebut dan mengaitkannya dengan target produksi yang jauh lebih besar. Ia menyatakan kesediaannya untuk datang kembali ketika kelompok Indika mencapai tonggak berikutnya.

Jumlah ProduksiStatus
20.000 unitCapaian produksi kelompok Indika saat peresmian
200.000 unitTarget yang disebut Prabowo untuk kunjungan kembali
2 juta unitTarget lanjutan yang disebut Prabowo

Prabowo mengatakan, “Hari ini launching, hari ini saya tanda tangani, karena hari ini kelompok Indika telah berhasil produksi 20.000 motor.” Ia kemudian menyebut target 200.000 unit dan 2 juta unit sebagai pencapaian yang akan kembali ia datangi.

Di panggung peresmian, terlihat pula Cakra NX1 sebagai motor listrik nasional. Model itu disebut memiliki tampilan yang menyerupai Alva N3.

Peringatan untuk Pengguna Kendaraan Konvensional

Prabowo turut membahas perkembangan kebijakan kendaraan di sejumlah kota dunia. Ia menyebut motor bensin tidak dapat masuk ke Beijing.

Menurut Prabowo, kecenderungan tersebut berkaitan dengan carbon tax. Ia menyampaikan contoh Beijing sebagai peringatan bagi pengguna yang tetap memilih motor berbahan bakar konvensional.

“Nanti mungkin karena ini sudah kebutuhan dunia karena namanya carbon tax, di Beijing nggak bisa motor bensin masuk jadi ini warning aja buat yang masih nekat gandrung dengan motor bensin.”

Peresmian ekosistem ini mempertemukan tiga arah dorongan, yaitu biaya penggunaan yang lebih rendah, kemudahan pembiayaan, dan kenaikan produksi domestik. Namun, manfaat pembebasan uang muka serta pemangkasan bunga baru dapat dinilai setelah pemerintah mengumumkan ketentuan resminya.

Bagi pengguna motor bensin, pernyataan Prabowo menempatkan biaya harian sebagai pertimbangan paling langsung dalam perpindahan kendaraan. Sementara bagi industri, target produksi hingga jutaan unit menunjukkan ambisi memperluas basis motor listrik nasional.

Baca Juga