Bastian Steel telah menjual seluruh sepeda motor pribadinya setelah pindah ke rumah dengan jarak perjalanan yang lebih jauh. Di saat yang sama, ia menegaskan belum memiliki minat untuk beralih dari mobil bensin ke mobil listrik.
Perubahan kebutuhan mobilitas membuat mobil kini menjadi kendaraan utama Bastian Steel dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Namun, kendaraan roda empat bukan selalu pilihan paling praktis ketika kondisi lalu lintas Jakarta sedang padat.
Mobil Dipakai untuk Aktivitas Harian
Setelah tidak lagi memiliki motor pribadi, Bastian lebih sering mengandalkan mobil untuk bepergian. Pilihan itu mengikuti perubahan rutinitasnya setelah berpindah tempat tinggal.
Jarak perjalanan yang lebih jauh menjadi alasan seluruh motor miliknya dilepas. Sebelumnya, motor justru menjadi kendaraan yang kerap dipakai untuk beragam keperluan.
Menurut Bastian, pada masa sebelum pindah rumah ia terbiasa menggunakan motor saat berangkat sekolah maupun bekerja. Kebiasaan tersebut berubah ketika kebutuhan perjalanan hariannya tidak lagi sama seperti sebelumnya.
Macet Membuat Pilihan Transportasi Berubah
Meski mobil menjadi andalan, Bastian tetap menyesuaikan moda transportasi dengan situasi di jalan. Saat menghadapi kemacetan, ia memilih menggunakan motor, transportasi umum, atau ojek online.
Motor yang dipakai dalam kondisi tertentu itu bukan lagi kendaraan milik pribadi. Seluruh motor yang sebelumnya dimilikinya telah dijual setelah perpindahan rumah mengubah pola mobilitasnya.
“Hari-hari pakainya mobil cuman kadang kalau macet ya pasti pakai motor pakai transportasi umum, ojol ya gitu,” kata Bastian kepada Kompas.com. Pernyataan itu menunjukkan ia tetap mempertimbangkan kepraktisan perjalanan di tengah lalu lintas padat.
Belum Berminat Beralih ke Mobil Listrik
Di tengah pilihan mobil listrik yang semakin banyak di Indonesia, Bastian menyatakan preferensinya masih tertuju pada kendaraan bermesin bensin. Ia belum menyampaikan rencana untuk mengganti kendaraan hariannya dengan mobil listrik dalam waktu dekat.
Bastian secara terbuka menyebut dirinya masih sangat menyukai mobil bensin. “Enggak sih, saya anaknya mobil bensin banget lagi gitu,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai ketertarikan pada kendaraan listrik, ia juga menyampaikan penolakan yang tegas. “Jadi kayak kayak ditanya mau minat mobil listrik enggak lagi sama sekali,” kata Bastian.
Pilihannya memperlihatkan bahwa bertambahnya opsi kendaraan listrik belum tentu langsung mengubah selera setiap pengguna. Bastian tetap mengandalkan mobil bensin untuk aktivitas rutin, sambil memakai alternatif transportasi saat perjalanan dengan mobil kurang praktis.






