Bapanas Salurkan 1,4 Juta Ton Cadangan Beras Saat Harga Premium Menguat

Pemerintah telah menyalurkan 1,4 juta ton Cadangan Beras Pemerintah sejak Januari 2026 melalui program SPHP beras dan bantuan pangan. Langkah stabilisasi itu berlangsung saat rata-rata harga beras premium di Zona I tercatat melampaui HET.

Di Zona I, rata-rata harga beras premium mencapai Rp 15.224 per kilogram. Angka tersebut berada 2,17 persen di atas HET yang ditetapkan sebesar Rp 14.900 per kilogram.

Penyaluran untuk Menjaga Akses Pangan

Bapanas menggunakan penyaluran cadangan beras sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan harga di pasar dan perlindungan bagi kelompok rentan. Intervensi tersebut diarahkan agar perubahan harga tidak semakin membebani masyarakat menengah ke bawah.

ProgramPeriode RealisasiVolume
SPHP berasJanuari-Februari 2026221,05 ribu ton
SPHP berasMaret-Juli 2026520,83 ribu ton
Bantuan pangan tahap pertama2026662,88 ribu ton

Realisasi SPHP pada Januari-Februari merupakan perpanjangan dari program SPHP beras 2025. Penyaluran SPHP selama Maret hingga Juli mencapai 520,83 ribu ton, sedangkan bantuan pangan tahap pertama telah terealisasi 662,88 ribu ton.

Kebijakan ini juga mempertimbangkan perlunya menjaga harga di tingkat petani padi. Bapanas menilai keberlanjutan produksi di hulu menjadi unsur penting dalam ketahanan pangan nasional.

Harga Nasional dan Tekanan di Zona I

Berdasarkan pemantauan Bapanas per 24 Juli, harga rata-rata beras premium nasional mencapai Rp 15.966 per kilogram. Rata-rata tersebut berasal dari tiga zonasi HET, sehingga kondisi harga di setiap kawasan tidak selalu sama.

WilayahRata-rata HargaHETSelisih
NasionalRp 15.966/kgTerdiri dari tiga zonasi
Zona IRp 15.224/kgRp 14.900/kg2,17% di atas HET

Zona I mencakup Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyebut kenaikan harga pada segmen premium masih relatif terbatas.

Menurut Ketut, sebagian harga beras premium masih stabil meski rata-rata Zona I telah berada di atas HET. Ia juga menyinggung bahwa konsumen beras premium umumnya berasal dari kelompok menengah ke atas.

Bapanas Pastikan Beras Premium Masih Tersedia

Kenaikan harga dan laporan rak kosong di sejumlah ritel tidak membuat Bapanas menyatakan beras premium langka. Lembaga itu menemukan pasokan masih tersedia di sejumlah gerai modern lainnya.

Produk yang masih dijual mencakup beras Bulog, beras premium dari berbagai merek, serta produk ID Food seperti Rania. Variasi stok, kelancaran distribusi, dan pilihan merek membuat tampilan rak dapat berbeda di setiap toko.

“Sebenarnya tidak langka. Kalau dibilang langka, tidak,” kata Ketut dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/7/2026), sebagaimana dilaporkan finance.detik.com. Pernyataan itu disampaikan setelah Bapanas melakukan pemantauan bersama tim.

Bapanas meminta masyarakat tidak menyimpulkan kondisi pasokan hanya dari kekosongan di beberapa gerai. Efektivitas distribusi dan stabilisasi harga di tiap wilayah menjadi perhatian lanjutan ketika harga beras premium bergerak naik.

Baca Juga