Dari Bantuan Kemanusiaan ke Rekonstruksi Gaza, Dukungan Indonesia untuk Palestina Dipertegas

Indonesia mempertegas dukungannya kepada Palestina dengan cakupan yang melampaui bantuan kemanusiaan. Pemerintah juga menyiapkan dukungan berupa penguatan kapasitas otoritas Palestina serta rekonstruksi Gaza.

Komitmen itu disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono saat bertemu Menteri Pembangunan Sosial Palestina Samah Hamad di Manila, Filipina. Pertemuan bilateral tersebut digelar pada Rabu (22/7/2026).

Bagi Palestina, bantuan kemanusiaan tetap menjadi kebutuhan yang mendesak. Namun, kelancaran akses dan koordinasi penyaluran menjadi faktor penting agar bantuan sampai kepada pihak yang membutuhkan.

Samah Hamad menyampaikan apresiasi atas bantuan serta solidaritas dari pemerintah dan masyarakat Indonesia. Apresiasi juga diberikan terhadap inisiatif bantuan yang dilakukan kelompok masyarakat dan pihak swasta.

Ia berharap setiap penyaluran bantuan dikoordinasikan dengan Otoritas Palestina. Langkah itu dinilai dapat membantu memastikan bantuan digunakan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal.

Rekonstruksi sebagai Bagian Dukungan Nyata

Sugiono menyatakan penguatan kapasitas otoritas Palestina dan rekonstruksi Gaza menjadi pelengkap bagi bantuan kemanusiaan. Dukungan tersebut menunjukkan komitmen Indonesia sebagai mitra Palestina.

“Dukungan penguatan kapasitas bagi otoritas Palestina serta rekonstruksi Gaza melengkapi bantuan kemanusiaan yang diberikan Indonesia kepada Palestina dan ini merupakan komitmen dukungan nyata Indonesia sebagai mitra Palestina,” ujar Sugiono.

Penguatan kapasitas ditujukan bagi otoritas Palestina, sedangkan rekonstruksi Gaza menjadi bagian dari perhatian terhadap kebutuhan pemulihan. Kedua agenda itu diposisikan bersama dengan bantuan bagi rakyat Palestina.

Indonesia tidak menjelaskan rincian bentuk maupun jadwal pelaksanaan dukungan rekonstruksi dalam pertemuan tersebut. Namun, pernyataan Sugiono menegaskan bahwa isu pemulihan Gaza masuk dalam arah komitmen yang disampaikan pemerintah.

Diplomasi dan Kebijakan Luar Negeri

Dukungan terhadap Palestina disebut telah menjadi bagian penting dari kebijakan luar negeri Indonesia. Sikap itu, menurut Sugiono, juga didukung secara luas oleh masyarakat Indonesia.

Indonesia terus menyuarakan kepentingan Palestina melalui jalur politik dan diplomasi di berbagai forum. Posisi tersebut membuat Indonesia diharapkan tetap berperan dalam upaya membuka akses bantuan kemanusiaan yang masih tertahan.

Dalam rilis Kementerian Luar Negeri RI yang dikutip Liputan6.com, Sugiono menegaskan bahwa dukungan Indonesia mencakup lebih dari satu bentuk tindakan. “Wujud dukungan ini tidak hanya melalui konsistensi dukungan politik dan diplomasi, tetapi juga dalam berbagai bentuk bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina,” kata Sugiono.

Pertemuan dengan Hamad berlangsung di sela rangkaian Pertemuan ke-59 ASEAN Foreign Ministers’ Meeting, Post-Ministerial Conferences and Related Meetings atau AMM-PMC. Forum tersebut menjadi latar bagi penegasan kembali kemitraan Indonesia dan Palestina.

Rangkaian dukungan yang disampaikan Indonesia menghubungkan kebutuhan jangka pendek dan agenda pemulihan yang lebih luas. Bantuan kemanusiaan, penguatan otoritas Palestina, serta rekonstruksi Gaza menjadi bagian dari arah dukungan tersebut.

Baca Juga