ASUS ROG mendorong laptop gaming agar tidak hanya digunakan untuk bermain gim, tetapi juga menjadi perangkat kerja yang mampu menjalankan kecerdasan buatan secara lokal. Pendekatan ini memungkinkan proses AI dilakukan langsung di laptop tanpa selalu bergantung pada sambungan internet.
Dengan memanfaatkan GPU dan NPU, komputasi AI dapat berlangsung di perangkat pengguna. Data pun tetap berada di laptop, sebuah pertimbangan penting bagi pengguna yang memperhatikan privasi saat memakai layanan AI berbasis cloud.
Gagasan tersebut diperkenalkan melalui ROG AI Masterclass yang dimulai di Yogyakarta. Program ini ditujukan bagi kreator dan profesional yang ingin memanfaatkan kemampuan perangkat keras laptop gaming untuk kebutuhan kerja sehari-hari.
ASUS menilai laptop berperforma tinggi memiliki potensi lebih luas daripada sekadar mesin hiburan. Perangkat ini dapat digunakan untuk mendukung otomatisasi tugas, produksi konten, hingga pelatihan model AI ringan di perangkat.
Otomatisasi tugas dengan AI Agent
Dalam kelas tersebut, ASUS menggandeng kolektif kreatif Mindplace untuk mendemonstrasikan penggunaan AI Agent. Teknologi ini diperkenalkan sebagai asisten digital yang dapat membantu menangani pekerjaan kompleks secara otomatis.
La Junta dari Mindplace memperlihatkan rancangan alur kerja berbasis AI lokal dalam sesi masterclass. Menurut demonstrasi yang ditampilkan, sistem kerja yang tepat berpotensi memangkas waktu produksi konten maupun pekerjaan kantor hingga 50 persen.
Penggunaan AI lokal memberi pilihan bagi pengguna yang tidak ingin seluruh proses kerja bergantung pada layanan daring. Saat koneksi internet lambat, pemrosesan yang berjalan di laptop juga dapat membantu menjaga kelancaran pekerjaan.
Deretan laptop untuk kebutuhan AI
ASUS membawa sejumlah model ROG dengan posisi penggunaan yang berbeda-beda. Ada perangkat yang menonjolkan mobilitas, multitugas layar ganda, hingga tenaga komputasi untuk beban kerja AI yang lebih tinggi.
| Model | Posisi untuk penggunaan AI |
|---|---|
| ROG Zephyrus Duo | Dua layar untuk mendukung multitugas berbasis AI |
| ROG Flow Z13 | Desain ringkas dengan tenaga besar |
| ROG Zephyrus G16 | Mendukung pelatihan model AI ringan di perangkat |
| ROG Strix SCAR 18 | Mendukung pelatihan model AI ringan di perangkat |
ROG Zephyrus Duo ditampilkan untuk pengguna yang membutuhkan ruang kerja tambahan melalui dua layar. Konfigurasi ini dapat membantu pengelolaan beberapa tugas sekaligus ketika menjalankan alat AI dan aplikasi kerja.
ROG Flow Z13 diposisikan sebagai pilihan ringkas yang tetap membawa kemampuan komputasi besar. Sementara itu, ROG Zephyrus G16 dan ROG Strix SCAR 18 diarahkan untuk kebutuhan yang memerlukan tenaga lebih tinggi.
ASUS menyebut Zephyrus G16 dan Strix SCAR 18 mampu menangani pelatihan model AI ringan secara langsung di perangkat. Untuk pilihan yang lebih terjangkau, ASUS juga menyiapkan seri TUF Gaming F16 dan A14 yang disebut tetap sanggup memenuhi kebutuhan AI hingga 2026.
Komunitas menjadi sasaran program
Country Manager ASUS Indonesia Lenny Lin mengatakan AI kini telah menjadi bagian dari aktivitas kerja sehari-hari. Dalam keterangan resminya pada Sabtu, 15 Agustus 2026, ia menekankan pentingnya pemahaman praktis agar kemampuan perangkat dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“AI itu sekarang bukan lagi teknologi masa depan yang ada di film-film, tapi sudah jadi teman kerja sehari-hari. Lewat ROG AI Masterclass, kita mau bantu komunitas biar tahu cara praktis pakai AI buat dongkrak kreativitas dan kualitas kerja mereka,” kata Lenny Lin.
ASUS menyatakan perangkat berperforma tinggi belum cukup tanpa kemampuan pengguna dalam mengelolanya. Karena itu, ROG AI Masterclass juga menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun ekosistem pemanfaatan AI di kalangan komunitas.
Menurut Suara.com, rangkaian edukasi tersebut akan berlanjut ke Malang pada akhir September 2026. ASUS menargetkan peserta program dapat memperoleh sertifikat kompetensi setelah mempelajari penerapan AI melalui kegiatan ini.






