Asus ExpertBook P5 G2 hadir dengan kemampuan pemrosesan AI lokal hingga 55 NPU TOPS, sebuah kapasitas yang ditujukan untuk pekerjaan bisnis dengan beban komputasi tinggi. Laptop ini mengandalkan prosesor AMD Ryzen AI 9 HX 470 untuk menangani kebutuhan tersebut.
Kehadiran perangkat ini menyoroti tantangan kerja hybrid, ketika konferensi video, kolaborasi lintas tim, dan pemrosesan data berbasis AI berjalan pada waktu bersamaan. Kapasitas komputasi yang tidak memadai berpotensi memunculkan latensi dan mengganggu ritme kerja profesional.
Asus memposisikan ExpertBook P5 G2 atau PM5406 untuk pengguna dari segmen UMKM hingga korporasi besar. Fokus perangkat tidak hanya berada pada kinerja AI, melainkan juga keamanan sistem, ketahanan fisik, serta peluang peningkatan komponen.
Ruang Ekspansi untuk Kebutuhan Bisnis
Di tengah tren laptop tipis yang kerap membatasi penggantian komponen, ExpertBook P5 G2 menyediakan ruang konfigurasi yang lebih luas. Perangkat ini mendukung RAM DDR5 hingga 64GB dan dua SSD dengan kapasitas gabungan hingga 3TB.
Kapasitas tersebut dapat memberi perusahaan fleksibilitas saat kebutuhan data dan aplikasi kerja berkembang. Pengguna tidak harus segera mengganti perangkat ketika memerlukan memori atau penyimpanan yang lebih besar.
Bobot laptop ini mulai dari 1,27 kg sehingga masih ditujukan untuk mobilitas kerja. Asus juga menyebut perangkat telah memenuhi standar ketahanan militer MIL-STD-810H untuk menghadapi guncangan selama perjalanan dinas.
Keamanan Sistem dan Dukungan Jangka Panjang
Perlindungan sistem pada perangkat ini mengandalkan Asus ExpertGuardian, BIOS yang memenuhi standar NIST SP 800-155, serta Secured-core PC. Asus turut menjanjikan pembaruan firmware selama lima tahun untuk menjaga perlindungan di tingkat sistem.
Pendekatan ini menyasar kebutuhan pengelolaan perangkat di lingkungan perusahaan yang memerlukan keamanan berkelanjutan. Layanan purna jualnya mencakup on-site service dan garansi hingga tiga tahun.
AI Lokal untuk Tugas Administratif
Dukungan ekosistem Windows Copilot+ PC menjadi salah satu fondasi pemanfaatan AI pada ExpertBook P5 G2. Melalui Asus MyExpert, pengguna dapat memakai asisten cerdas untuk merangkum rapat secara otomatis dan menerjemahkan bahasa secara real-time.
Fitur tersebut ditujukan untuk mengurangi pekerjaan administratif yang biasanya menyita waktu. Dalam pola kerja hybrid, pengolahan hasil rapat dan kolaborasi lintas bahasa dapat dilakukan lebih cepat tanpa mengandalkan pemrosesan yang jauh dari perangkat.
Menurut informasi yang dimuat Suara.com, prosesor laptop ini dapat bekerja dengan TDP hingga 45W. Asus memasangkannya dengan sistem termal Asus ExpertCool untuk menjaga kestabilan ketika perangkat menangani analisis data besar berbasis AI.
Asus menyatakan sistem pendingin tersebut dirancang agar kinerja puncak dapat dipertahankan tanpa suara kipas yang mengganggu. Stabilitas ini menjadi penting bagi pengguna yang menjalankan sesi kerja panjang atau rapat daring berulang.
Commercial Director ASUS Indonesia Eric Khoven mengatakan kebutuhan AI di sektor bisnis Indonesia terus meningkat. “Segmen bisnis di Indonesia semakin mengandalkan teknologi AI untuk mempercepat produktivitas,” ujar Eric Khoven dalam keterangan resminya.
Layar Cepat untuk Kebutuhan Visual
Asus membekali laptop ini dengan layar IPS 14 inci beresolusi 2,5K dan refresh rate 144Hz. Angka tersebut lebih lazim ditemukan pada laptop gaming, tetapi pada ExpertBook P5 G2 digunakan untuk tampilan yang lebih mulus saat meninjau dashboard data atau mengedit materi kampanye.
Tersedia pula opsi panel OLED bagi pengguna yang membutuhkan ketelitian warna lebih tinggi. Panel tersebut mendukung cakupan warna DCI-P3 hingga 100%.
Harga Asus ExpertBook P5 G2 di Indonesia
Asus menyediakan dua pilihan model ExpertBook P5 G2 di Indonesia. Perbedaan harga keduanya dapat dilihat pada tabel berikut.
| Model | Harga |
|---|---|
| Asus ExpertBook P5 G2 PM5406CGA | Rp21.599.000 |
| Asus ExpertBook P5 G2 PM5406CKA | Rp19.799.000 |
Dengan kombinasi pemrosesan AI lokal, layar ber-refresh rate tinggi, serta kapasitas peningkatan komponen, perangkat ini menyasar organisasi yang ingin memperpanjang masa pakai laptop kerja. Asus menempatkan keamanan dan ketahanan sebagai bagian dari fondasi penggunaan perangkat di lingkungan bisnis.






