Memantau arus kas menjadi salah satu langkah yang dapat membantu keluarga mengetahui arah penggunaan uang mereka. BNI mengembangkan wondr by BNI untuk mendampingi nasabah mengatur tujuan finansial sekaligus menjaga pembagian dana secara lebih praktis.
Layanan digital tersebut ditujukan agar uang untuk kebutuhan rutin tidak mengganggu dana yang telah disiapkan untuk rencana jangka panjang. Pemisahan ini relevan bagi keluarga yang ingin menjaga pengeluaran saat ini sambil tetap membangun simpanan masa depan.
BNI menempatkan transformasi digital bukan hanya sebagai perluasan sarana transaksi. Perseroan juga mengarahkannya sebagai dukungan bagi nasabah dalam membentuk kebiasaan mengatur keuangan yang lebih bijak.
Perbankan Digital sebagai Pendamping Perencanaan
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan keberhasilan sebuah layanan tidak semata diukur dari banyaknya transaksi. Ia menilai layanan juga perlu memberi manfaat bagi keluarga dalam mengelola uang dan menjalani rencana masa depan dengan lebih tenang.
“Kami bangga ketika layanan BNI dapat menjadi bagian dari perjalanan nasabah. Bagi kami, keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah transaksi, tetapi juga dari sejauh mana layanan yang kami hadirkan mampu membantu keluarga Indonesia mengelola keuangan secara lebih bijak, mewujudkan rencana masa depan, dan menjalani setiap langkah dengan lebih tenang,” ujar Putrama.
Dalam kerangka itu, wondr by BNI digunakan untuk memantau pergerakan dana serta menyusun tujuan finansial. Kemudahan akses layanan daring memberi ruang bagi nasabah untuk mengelola kebutuhan tanpa selalu mendatangi kantor cabang.
Investor Daily pada Kamis, 13 Agustus 2026, menyebut pengembangan wondr by BNI sebagai bagian dari upaya BNI menghadirkan kemudahan perbankan digital. Layanan ini mendukung nasabah dalam memisahkan uang yang digunakan hari ini dan alokasi untuk masa depan.
Pengalaman Nasabah Mengatur Alokasi Dana
Agis Sukma Sejati, nasabah BNI yang memenangkan hadiah sepeda motor dalam program rejeki wondr BNI 2025, merasakan manfaat dari pemantauan arus kas. Ia memanfaatkan platform digital BNI ketika tanggung jawab keuangan keluarganya bertambah.
Menurut Agis, pemisahan dana membantu kebutuhan rutin tetap terpenuhi tanpa mengusik target finansial yang telah direncanakan. Pola itu membuat alokasi uang keluarga menjadi lebih terstruktur dan lebih mudah dipantau.
“BNI menjadi ruang yang aman untuk menyimpan hasil kerja keras kami. Setiap kali ada saldo yang bertambah, rasanya seperti melihat fondasi masa depan keluarga semakin kuat,” ujar Agis.
Akses digital yang tersedia kapan saja dinilai Agis mendukung disiplin dalam membedakan keperluan saat ini dari rencana jangka panjang. Pengaturan pembagian dana melalui aplikasi juga dipandang membuat proses tersebut terasa lebih sederhana.
“Kami jadi lebih disiplin membedakan kebutuhan hari ini dengan tujuan jangka panjang,” katanya. Pernyataan itu menggambarkan pentingnya pengaturan alokasi dalam pengelolaan keuangan keluarga.
Menjaga Dana untuk Rencana Berikutnya
Pemisahan alokasi tidak menghilangkan kebutuhan keluarga untuk memenuhi pengeluaran sehari-hari. Sebaliknya, langkah tersebut membantu membedakan dana yang perlu digunakan segera dengan tabungan jangka panjang yang disiapkan untuk tujuan berbeda.
Agis mengibaratkan keluarganya sebagai tim yang sedang mendaki gunung impian, sedangkan BNI menjadi mitra yang menyediakan perbekalan perjalanan. Ia menilai layanan yang mudah dan praktis membantu keluarganya lebih fokus menjalani setiap tahapan menuju cita-cita.
Pengembangan layanan digital ini juga sejalan dengan komitmen BNI yang memasuki usia 80 tahun melalui tema Swadharma Bhakti Nagara. BNI menyatakan akan terus menghadirkan solusi keuangan yang relevan untuk mendukung kebiasaan finansial sehat di masyarakat.






