Aprilia menegaskan tidak akan menyerah dalam pertarungan gelar dunia, meski Marc Marquez kini dianggap sebagai favorit. CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menilai ancaman pebalap Spanyol itu nyata setelah selisihnya dengan Jorge Martin menyusut menjadi 18 poin.
Pernyataan tersebut hadir di tengah duel antarpabrikan Italia yang semakin ketat menjelang jeda musim panas. Aprilia sempat tampil dominan pada awal musim, tetapi Ducati perlahan memangkas selisih kecepatan.
Marquez Menjadi Perhitungan Utama
Rivola mengatakan Aprilia tidak ingin terlalu terpaku pada klasemen sementara. Meski demikian, keberadaan Marquez disebut tidak bisa dipisahkan dari perhitungan perebutan titel.
“Kita semua tahu ada sosok bernama Marc Marquez di sana yang jelas-jelas diunggulkan dalam semua prediksi,” ujar Rivola. “Dia favoritnya, tapi kami tidak akan pernah menyerah,” tegasnya.
Menurut Rivola, kesempatan bertarung dalam duel gelar dunia antarpabrikan Italia merupakan situasi yang istimewa. Ia juga melihat peluang besar bahwa persaingan musim ini akan berlangsung hingga seri terakhir.
“Sangat luar biasa bisa ikut dalam persaingan ini, dan rasanya fantastis menjadi bagian dari duel sesama pabrikan Italia untuk gelar juara dunia sekelas ini,” kata Rivola seperti dikutip oto.detik.com dari Sky Sports. Sikap Aprilia itu menunjukkan bahwa status favorit Marquez belum mengakhiri persaingan.
| Pebalap | Status | Data Penting |
|---|---|---|
| Jorge Martin | Pemuncak klasemen sementara | Memiliki keunggulan 18 poin atas Marc Marquez |
| Marc Marquez | Favorit menurut Rivola | Sempat tertinggal 102 poin dari puncak |
| Marco Bezzecchi | Pesaing papan atas | Mengalami penurunan performa saat Marquez bangkit |
Defisit 102 Poin yang Terpangkas
Posisi Marquez saat ini sangat berbeda dibandingkan awal perjalanan musim. Ia sempat tertinggal hingga 102 poin, antara lain karena cedera bahu kanan yang belum pulih sepenuhnya.
Kondisi fisik tersebut membuat Marquez kehilangan banyak poin sebelum paruh musim. Namun, performanya berubah sejak balapan di Mugello dan menempatkannya kembali sebagai ancaman bagi para pesaing di papan atas.
Marquez meraih tiga kemenangan Grand Prix sejak Mugello. Dalam empat balapan terakhir, ia juga tiga kali menyapu bersih kemenangan podium.
Momentum itu terjadi bersamaan dengan menurunnya performa Marco Bezzecchi. Sementara Martin tetap berada di puncak, selisih 18 poin membuat posisi Marquez semakin dekat dengan targetnya.
Ducati Menyambut Pemulihan Marquez
General Manager Ducati Corse Gigi Dall’Igna menilai kondisi Marquez kini jauh lebih baik setelah operasi. Ia menghubungkan pemulihan itu dengan perubahan penampilan pebalap Ducati tersebut di lintasan.
Dall’Igna kembali menyinggung situasi ketika Marquez tertinggal 102 poin setelah Mugello. Menurutnya, keadaan di dalam tim juga berubah seiring kembalinya performa pebalap itu.
“Kondisinya sangat baik, motornya kembali prima di lintasan, dan senyumnya kembali di pit,” kata Dall’Igna kepada Crash. Dengan Ducati yang terus mendekat dan Aprilia tetap melawan, persaingan gelar masih menyisakan banyak tekanan bagi seluruh kandidat.






