Apple memperlihatkan ambisi baru di industri hiburan dengan menjadikan Formula 1 sebagai bagian dari strategi Apple TV. Perusahaan tidak hanya memproduksi film F1, tetapi juga memegang hak siar eksklusif balapan tersebut di Amerika Serikat.
Langkah itu memberi Apple ruang untuk menyatukan tayangan olahraga, perangkat, dan layanan digital dalam satu pengalaman. Pendekatan tersebut membuat Apple TV tampil sebagai pesaing yang berbeda bagi Netflix, Disney+, HBO Max, dan Amazon Prime.
Formula 1 sebagai pintu masuk
Untuk film F1 yang dibintangi Brad Pitt, Apple merancang kamera khusus agar penonton dapat melihat balapan dari perspektif kokpit. Proyek itu menjadi contoh bagaimana perusahaan berupaya menggabungkan teknologi produksi dengan cerita layar lebar.
Pengembangan Formula 1 tidak berhenti di bioskop maupun layanan streaming. Apple TV juga melengkapi penayangan balapan dengan integrasi papan klasemen serta pembaruan informasi melalui Apple News.
| Area | Langkah Apple | Tujuan Utama |
|---|---|---|
| Film | Produksi F1 dengan kamera khusus | Menghadirkan sudut pandang dari kokpit |
| Olahraga | Hak siar Formula 1 eksklusif di AS | Memperluas daya tarik Apple TV |
| Layanan digital | Integrasi papan klasemen dan Apple News | Menghubungkan informasi dengan tayangan |
Tim Cook menyatakan Apple akan mengambil langkah pada bidang yang memungkinkan perusahaan menghadirkan sesuatu yang unik. Menurut dia, Apple juga ingin berinovasi dengan cara yang tidak dapat dilakukan pihak lain.
Cook menyebut perusahaan puas dengan capaian Formula 1 dan jumlah pemirsa yang diraih. Karena itu, peluang untuk membangun kerja sama serupa di masa depan tetap terbuka.
Bukan perlombaan menumpuk katalog
Strategi Apple TV tidak diarahkan untuk mengejar jumlah film dan serial terbanyak. Cook menekankan fokus perusahaan adalah kualitas tayangan dan kekuatan cerita yang mampu membedakan layanan itu dari rival.
“Peran kami adalah menjadi yang terbaik. Itulah jalur kami. Kami tidak berfokus pada kuantitas [film dan serial TV] terbanyak seperti halnya perusahaan lain,” kata Cook.
Arah tersebut telah menghasilkan sejumlah pencapaian untuk konten Apple. Film CODA memenangi Oscar kategori Best Picture, sedangkan Ted Lasso dan The Studio disebut sebagai pemenang Emmy Awards.
Apple juga telah menyederhanakan identitas layanan dengan menanggalkan tanda “+” dan menggunakan nama Apple TV sejak tahun lalu. Perubahan merek itu memperkuat posisi layanan hiburan tersebut di dalam ekosistem perusahaan.
Momentum di tengah pergantian pimpinan
Pengembangan bisnis hiburan diperkirakan tetap menjadi agenda penting saat John Ternus resmi memegang kendali sebagai CEO Apple pada September mendatang. Cook disebut telah membagikan pandangan strategis mengenai bisnis hiburan kepada Ternus dalam proses transisi tersebut.
Kepada Reuters pada pemutaran perdana musim keempat Ted Lasso, Ternus menyatakan Apple TV memiliki momentum yang luar biasa. Ia menilai banyaknya acara, karakter, dan cerita yang tersedia menjadi fondasi untuk menjaga pertumbuhan layanan.
Senior Executive Apple Eddy Cue sebelumnya juga menegaskan perusahaan ingin menghadirkan tayangan TV dan film yang lebih baik serta lebih banyak. Target itu mencakup penguatan layanan streaming sekaligus penayangan film di bioskop.
Bagi Apple, ekspansi hiburan bukan semata penambahan judul dalam katalog. Perusahaan membangun model yang menghubungkan produksi orisinal, hak siar olahraga, kemitraan, dan layanan digital untuk memperkuat Apple TV.






