Angin dan Tujuh Poin Beruntun Tak Hentikan Putri serta Alwi di Kejuaraan Dunia

Hembusan angin di arena tidak menghalangi Putri Kusuma Wardani meraih kemenangan meyakinkan pada laga pembuka Kejuaraan Dunia BWF 2026. Di sisi lain, tujuh poin beruntun yang diraih lawan juga tidak menghentikan Alwi Farhan untuk bangkit dan menang.

Keduanya memastikan langkah ke babak 32 besar di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India, Senin (17/8/2026). Putri dan Alwi sama-sama menyelesaikan pertandingan pertama mereka dalam dua gim langsung.

PemainNomorLawanSkor
Putri Kusuma WardaniTunggal putriDe Guzman Mikaela Joy, Filipina21-12, 21-6
Alwi FarhanTunggal putraYoo Tae Bin, Korea Selatan21-17, 21-12

Putri, yang menjadi unggulan keenam tunggal putri, mengatasi De Guzman Mikaela Joy dari Filipina dengan skor 21-12 dan 21-6. Penyesuaian terhadap arah angin menjadi tantangan awal, tetapi ia dapat menjaga permainan tetap efektif.

Ia tidak mengalami kendala cedera dalam pertandingan tersebut. Hasil ini memberi Putri awal yang kuat dalam turnamen yang juga dibayangi target memperbaiki pencapaian pada edisi sebelumnya.

Pada Kejuaraan Dunia edisi lalu, Putri berhasil mencapai perempat final. Pencapaian tersebut membuatnya menyadari adanya tekanan, terutama karena ia ingin memperoleh hasil yang lebih baik kali ini.

“Tekanan pasti ada karena hasil baik tahun lalu. Pengennya di sini bisa ganti warna medali, tapi semua itu kan tidak gampang,” kata Putri Kusuma Wardani.

Putri menempatkan konsistensi dan ketahanan pikiran sebagai dua aspek yang perlu dijaga pada pertandingan berikutnya. Ia berharap mampu mempertahankan performa yang ditunjukkan ketika mengikuti Jepang Open.

Persiapan Alwi membuahkan hasil

Alwi mengalahkan Yoo Tae Bin dengan skor 21-17 dan 21-12 dalam waktu 42 menit. Namun, kemenangan itu didahului situasi menekan ketika pemain Korea Selatan tersebut mengumpulkan tujuh poin beruntun pada gim pertama.

Pemain kelahiran Solo itu mampu mengembalikan kendali permainan setelah interval gim pembuka. Perubahan momentum tersebut membuatnya menutup pertandingan tanpa harus memainkan gim ketiga.

Alwi menyebut persiapan taktis menjadi faktor yang membantunya menghadapi Yoo. Ia telah menggunakan waktu lebih dari sepekan untuk mempelajari undian sekaligus pola permainan calon lawan.

“Jadi memang tadi sudah antisipasi, bahkan saya sangat hafal dia mau berbuat seperti apa,” ujar Alwi Farhan. Meski menang, ia tetap menganggap Yoo memiliki ancaman karena sedang membangun kepercayaan diri dari hasil baik di turnamen sebelumnya.

Jeda pertandingan setelah laga pembuka akan digunakan Alwi untuk mengembalikan kondisi. Ia memberi perhatian pada kesiapan mental, pola makan, waktu tidur, dan kebugaran tubuh.

“Saya akan fokus day by day untuk bisa melakukan recovery secepatnya,” kata Alwi. Ia memandang Kejuaraan Dunia sebagai ajang penting untuk membuktikan kerja keras dalam perjuangan menjadi juara.

Alwi selanjutnya menunggu pemenang pertandingan antara Joakim Oldorff dari Finlandia dan Le Duc Phat asal Vietnam. Langkah Putri dan Alwi di babak 32 besar akan menjadi kelanjutan perjuangan Indonesia di dua nomor tunggal.

Baca Juga