Amazfit Balance Ultra menawarkan selisih bobot yang besar saat dibandingkan dengan Garmin fēnix 8. Jam ini berbobot 57 gram tanpa tali, sedangkan Garmin fēnix 8 mencapai 92 gram.
Perbedaan tersebut dapat menarik pengguna yang membutuhkan smartwatch premium untuk dipakai sepanjang hari tanpa terasa terlalu membebani pergelangan tangan. Amazfit juga membawa layar AMOLED lebih besar dan kecerahan puncak hingga 3.000 nits.
Panel pada Balance Ultra berukuran 1,5 inci dengan resolusi 480 × 480 piksel. Garmin fēnix 8 memakai layar AMOLED 1,4 inci beresolusi 454 × 454 piksel serta mendukung tampilan selalu aktif.
| Kategori | Amazfit Balance Ultra | Garmin fēnix 8 |
|---|---|---|
| Bobot tanpa tali | 57 gram | 92 gram |
| Layar | AMOLED 1,5 inci, 480 × 480 | AMOLED 1,4 inci, 454 × 454 |
| Kecerahan puncak | Hingga 3.000 nits | Tidak dicantumkan |
| Penyimpanan | 64GB | 32GB |
Dari sisi konstruksi, Amazfit menggunakan titanium Grade 5 untuk bezel, rangka, tombol, dan bagian belakang. Perangkat ini turut memakai kaca safir serta memiliki ketahanan air 10 ATM.
Garmin fēnix 8 juga mengandalkan bezel titanium dan kristal safir, tetapi dirancang lebih kuat untuk aktivitas berat. Garmin melengkapinya dengan tombol kedap air serta sertifikasi selam EN13319 hingga kedalaman 40 meter.
Navigasi dan baterai untuk kegiatan panjang
Kedua model mendukung GNSS dual-band, peta offline, impor rute, navigasi belokan demi belokan, dan altimeter barometrik. Namun, paket navigasi Garmin lebih luas melalui TopoActive Maps, ClimbPro, SatIQ, NextFork, TracBack, peta ski, dan peta golf.
Keunggulan itu membuat Garmin fēnix 8 lebih relevan bagi pendaki, pelari jarak jauh, atau pengguna yang sering menjalani rute luar ruang rumit. Berdasarkan perbandingan Gizmochina, Garmin mempertahankan posisi lebih kuat untuk kebutuhan ekspedisi.
Ketahanan baterai Amazfit Balance Ultra mencapai hingga 30 hari dalam penggunaan smartwatch biasa. Jam ini juga dapat bertahan hingga 50 jam pada GPS berakurasi tinggi dan hingga 97 jam pada mode GPS hemat daya.
Garmin fēnix 8 menawarkan hingga 29 hari pada mode smartwatch dan 84 jam saat GPS digunakan. Pada Max Battery GPS, daya tahannya mencapai 145 jam, sedangkan Expedition GPS dapat berjalan hingga 31 hari.
Garmin unggul pada kedalaman data latihan
Amazfit menyediakan lebih dari 180 mode olahraga, termasuk HYROX, pengukuran running power, estimasi lactate threshold, dan virtual pacing. Zepp Coach berbasis AI juga tersedia untuk membantu pengguna mengelola latihan.
Balance Ultra dapat terhubung melalui Bluetooth dengan sabuk detak jantung serta sensor daya, cadence, dan kecepatan sepeda tertentu. Fitur ini membuatnya tetap memadai untuk pengguna yang ingin mencatat olahraga secara lebih serius.
Garmin fēnix 8 menawarkan Training Readiness, Training Status, Training Load Focus, Endurance Score, Hill Score, PacePro, Real-Time Stamina, VO₂ Max, Race Predictor, dan Recovery Time. Dukungan Garmin Coach serta data dinamika lari tingkat lanjut memperkuat pendekatannya bagi atlet dengan target performa khusus.
Kedua perangkat memantau detak jantung, SpO₂, HRV, tidur, stres, dan suhu. Garmin menambahkan Body Battery, Sleep Coach, Health Snapshot, Jet Lag Adviser, serta analisis pemulihan jangka panjang.
Untuk penggunaan harian, kedua jam menyediakan panggilan Bluetooth, speaker, mikrofon, notifikasi, Wi-Fi, penyimpanan musik, dan fitur suara. Balance Ultra lebih menonjol bagi pengguna yang mengutamakan layar terang, bobot ringan, serta penyimpanan lebih besar, sementara Garmin fēnix 8 mengedepankan ekosistem olahraga dan luar ruang yang lebih matang.






