Amanda Manopo menyerahkan penanganan dugaan penggelapan dana yang melibatkan mantan stafnya kepada Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu, 22/7. Langkah hukum itu ditempuh setelah audit keuangan menemukan dugaan kerugian sekitar Rp3 miliar.
Laporan masih dilengkapi dengan dokumen audit dan keterangan para saksi kunci. Laporan polisi resmi direncanakan terbit pada 28/7 setelah seluruh persyaratan administrasi disiapkan.
Nilai Dugaan Transaksi dalam Audit
Audit dilakukan terhadap keuangan selama delapan bulan, sesuai periode kerja mantan staf tersebut. Amanda memutuskan melakukan pemeriksaan menyeluruh setelah melihat sejumlah kejanggalan pada pekerjaan yang sebelumnya ditangani staf itu.
Hasil pemeriksaan disebut menunjukkan dugaan penggunaan dana untuk kepentingan pribadi. Amanda menyinggung transaksi melalui dompet digital, perjalanan ke luar negeri, serta biaya hiburan sebagai bagian dari temuan yang diperiksa.
| Komponen yang Disebut | Nilai atau Keterangan |
|---|---|
| GoPay dan OVO | Rp25 juta |
| Pengeluaran lain | Perjalanan luar negeri, kelab di Bali, dan kebutuhan hiburan |
| Masa kerja mantan staf | Delapan bulan |
| Dugaan total kerugian | Sekitar Rp3 miliar |
“Bisa dibilang seperti itu,” kata Amanda ketika menjawab pertanyaan mengenai dugaan pengeluaran untuk bersenang-senang. Penjelasan itu disampaikan dalam konteks transaksi yang menurutnya diduga dipakai bagi kepentingan pribadi.
Proses Pelaporan ke Kepolisian
Amanda didampingi kuasa hukumnya, Sandy Arifin, dalam menyiapkan berkas laporan. Bukti audit menjadi salah satu dokumen yang akan diajukan untuk menguatkan dugaan penggelapan dana tersebut.
Selain dokumen keuangan, keterangan sejumlah saksi direncanakan menjadi bagian dari pelengkap laporan. Tahap ini masih berfokus pada penyempurnaan berkas sebelum perkara diproses melalui mekanisme hukum.
| Tahap Penanganan | Keterangan |
|---|---|
| 22/7 | Penanganan dugaan penggelapan dana diserahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan |
| 28/7 | Laporan polisi resmi direncanakan terbit setelah kelengkapan disiapkan |
Alasan Awal Mantan Staf Diberhentikan
Sebelum menemukan dugaan persoalan keuangan, Amanda mengaku lebih dahulu memberhentikan mantan staf itu karena rekaman kamera pengawas di rumahnya. Ia menilai aktivitas yang terlihat dalam CCTV mengarah pada dugaan praktik ilmu hitam.
Amanda menyebut rekaman tersebut memperlihatkan dugaan peletakan tanah kuburan dan penggunaan dupa. Ia juga menyinggung adanya perlakuan tertentu terhadap minuman yang dikonsumsinya.
“Ini agak lucu sih, itu ketahuannya karena dia mendukuni saya dulu,” ujar Amanda. Ia menegaskan bahwa bukti yang menjadi dasar keterangannya adalah video dari kamera pengawas di kediamannya.
Menurut Amanda, dugaan tindakan itu berkaitan dengan keinginan untuk merusak hubungannya dengan Kenny Austin. Ia menyebut hubungan dengan pria yang kini menjadi suaminya itu telah berlangsung saat dugaan peristiwa terjadi.
“Dia tuh ingin memecahin dan waktu itu saya tanya, dia melakukan itu karena memang ada niatan yang ingin memecahkan,” kata Amanda. Keterangan tersebut menjelaskan alasan personal yang mendahului pemecatan mantan stafnya.
Amanda menyatakan kini tidak ingin tinggal diam apabila persoalan telah menyangkut keluarganya. “Kalau sekarang kalau sudah bawa anak, mungkin sekarang sudah enggak bisa diam,” tuturnya.
Dugaan praktik ilmu hitam dan dugaan penggelapan dana merupakan rangkaian informasi yang disampaikan Amanda mengenai mantan staf tersebut. Penanganan yang dibawa ke kepolisian saat ini berfokus pada dugaan penggelapan dana dengan dukungan audit dan saksi.






