ALVA memandang dukungan pemerintah terhadap kendaraan listrik sebagai langkah positif bagi perkembangan industri motor listrik. Perusahaan juga menilai bertambahnya pelaku usaha justru dapat membantu memperluas pemahaman masyarakat dan mempercepat adopsi kendaraan roda dua berbasis listrik.
Chief Executive Officer ALVA, Purbaja Pantja, menyatakan dukungan dalam bentuk apa pun akan memberikan dampak baik bagi perusahaan maupun industri. Pernyataan tersebut disampaikan saat ia ditanya mengenai rencana insentif motor listrik nasional di ICE BSD City, Tangerang.
“Tapi secara keseluruhan, apapun juga bentuk support dari pemerintah dan lain-lain, kami merasa itu sesuatu yang sifatnya positif buat kami,” kata Purbaja. Ia menempatkan kebijakan pemerintah sebagai salah satu unsur pendukung ketika pasar motor listrik masih perlu dibangun secara bersama-sama.
Purbaja juga menilai persaingan melalui kehadiran lebih banyak merek tidak perlu dipandang sebagai hambatan. Menurutnya, banyaknya pemain dapat memperkuat edukasi publik mengenai kendaraan listrik roda dua.
“Satu hal kita percaya, semakin banyak pemain motor di Indonesia, motor listrik, semakin baik untuk industri, karena kita bisa melakukan edukasi bareng-bareng, kita bisa juga menambahkan adopsi motor listrik,” ujar dia. Pandangan itu menekankan pentingnya pertumbuhan pasar yang melibatkan industri secara luas.
Dukungan pemerintah yang sedang dibahas mencakup rencana stimulus untuk 500 ribu motor dan mobil listrik nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyebut Presiden Prabowo Subianto diperkirakan akan mengumumkan stimulus tersebut dalam dua atau tiga pekan dari saat pernyataan disampaikan.
Purbaya mengatakan PPN akan ditanggung pemerintah dan insentif 40 persen tersedia bagi kendaraan listrik tertentu. Meski demikian, pemerintah belum merinci besaran bantuan, kategori kendaraan, syarat penerima, serta mekanisme penyaluran Insentif Motor Listrik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menurut pemberitaan oto.detik.com, menyatakan insentif kendaraan listrik akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional. Arah ini menunjukkan bahwa kebijakan tersebut disiapkan sejalan dengan agenda pembangunan industri domestik.
Penguatan pasar itu beriringan dengan rencana peresmian ekosistem Motor Listrik Nasional atau Molinas. PT Ilectra Motor Group, produsen ALVA, menyiapkan pengembangan ekosistem tersebut di fasilitas produksinya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Presiden Prabowo disebut akan meresmikan pengembangan Molinas. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan program ini tidak berfokus pada satu merek ataupun satu model kendaraan.
PT LEN Industri akan bertindak sebagai integrator utama untuk mengorkestrasi kolaborasi para pemangku kepentingan. Cakupan Molinas membentang dari sektor hulu industri hingga layanan yang diperlukan pengguna motor listrik.
| Bidang | Rencana Cakupan |
|---|---|
| Produksi | Industri, manufaktur, komponen, dan baterai |
| Infrastruktur | Pengisian daya serta tukar baterai |
| Layanan pengguna | Pembiayaan, distribusi, purnajual, dan penyerapan pasar |
Prasetyo menyatakan pengembangan ekosistem ini diharapkan dapat mendukung hilirisasi industri. Molinas juga ditargetkan memperkuat kapasitas manufaktur dan rantai pasok dalam negeri.
Program tersebut berpotensi menciptakan lapangan kerja serta membuka keterlibatan UMKM dan koperasi. Jika skema insentif diumumkan dan ekosistem berjalan sesuai rencana, industri motor listrik akan memiliki dukungan dari sisi produksi, infrastruktur, hingga pasar.






