Al Qadsiah Menawar Rp1 Triliun, Reijnders Belum Yakin Tinggalkan City

Al Qadsiah berupaya merekrut Tijjani Reijnders dengan tawaran sekitar Rp1 triliun pada Agustus 2026. Kendati negosiasi dengan Manchester City dilaporkan mengarah dekat ke kesepakatan, sang gelandang belum sepenuhnya menyetujui kepindahan itu.

Keraguan Reijnders berkaitan dengan keputusan melanjutkan karier di Arab Saudi saat usianya baru 28 tahun. Pemain asal Belanda itu masih harus menentukan arah terbaik di tengah persaingan yang berubah di Manchester City.

Al Qadsiah Harus Membujuk Pemain

Nilai transfer yang besar belum otomatis menyelesaikan proses kepindahan. Al Qadsiah perlu mencapai kesepakatan dengan City sekaligus meyakinkan Reijnders terhadap proyek yang mereka siapkan.

Sumber yang dikutip The Athletic menyebut komunikasi masih berlangsung di dua jalur tersebut. Ada harapan kesepakatan tercapai dalam beberapa hari ke depan, sementara Al Qadsiah juga memusatkan perhatian pada laga pembuka mereka pada Kamis.

Keunggulan finansial membuat Al Qadsiah menjadi pihak yang paling serius dalam perburuan Reijnders. Nottingham Forest dan Galatasaray juga dikabarkan tertarik, tetapi belum disebut mengajukan langkah sekuat klub Arab Saudi itu.

City Punya Posisi Tawar Kuat

Manchester City membeli Reijnders dari AC Milan pada musim panas 2025 seharga 46,5 juta poundsterling. Penawaran yang masuk dari Al Qadsiah disebut lebih tinggi daripada biaya awal tersebut.

Kontrak Reijnders masih berjalan hingga 2030, sehingga City tidak perlu terburu-buru melepasnya. Situasi ini memungkinkan klub mempertimbangkan tawaran berdasarkan kebutuhan skuad dan nilai yang dinilai sesuai.

Peluang penjualan juga muncul setelah lini tengah City mengalami perubahan. Elliot Anderson menjadi salah satu gelandang baru yang menambah persaingan untuk mendapatkan menit bermain.

Enzo Maresca disebut memiliki preferensi sendiri dalam memilih susunan pemain tengah. Hal tersebut membuat status Reijnders sebagai pilihan reguler menjadi kurang pasti dibandingkan sebelumnya.

Kontribusi yang Tetap Menonjol

Reijnders menjalani musim lalu dengan 50 penampilan di semua kompetisi bersama Manchester City. Ia mencetak tujuh gol dan tujuh assist, sebuah kontribusi yang menegaskan perannya dari area tengah.

Gaya bermain box-to-box, stamina tinggi, dan kemampuan mencetak gol menjadi nilai utama pemain tersebut. Kemampuannya itu sudah terlihat ketika ia masih memperkuat AC Milan.

Pada musim terakhirnya di Milan, Reijnders mencetak 15 gol di seluruh kompetisi. Ia juga meraih pengakuan sebagai gelandang terbaik Serie A pada musim tersebut.

Dengan rekam jejak itu, Reijnders tetap memiliki daya tarik meski ruangnya di Manchester City semakin kompetitif. Pilihan akhirnya akan menentukan apakah ia mencoba merebut kembali peran di Inggris atau menerima tawaran besar dari Al Qadsiah.

Baca Juga