Fitur AI kini menjadi pemikat utama bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan pembelian smartphone. Pada kuartal I 2026, porsi konsumen yang menempatkan AI sebagai faktor penarik mencapai 26 persen, melampaui pertimbangan spesifikasi kamera yang berada di angka 21 persen.
Pergeseran ini memperlihatkan bahwa daftar spesifikasi tidak lagi cukup untuk meyakinkan calon pembeli. Konsumen semakin menilai apakah kemampuan AI dapat memberi manfaat langsung dalam pemakaian sehari-hari.
Perhatian Pembeli Bergeser ke Manfaat AI
Riset IndSight mencatat 31 persen percakapan mengenai smartphone masa depan berkaitan dengan AI. Selain itu, 19 persen konsumen sudah menganggap kemampuan tersebut sebagai kebutuhan wajib pada perangkat baru.
IndSight menilai perubahan itu berkaitan dengan cara konsumen memaknai teknologi. “Perubahan tersebut menunjukkan bahwa konsumen semakin melihat teknologi dari manfaatnya, bukan sekadar kecanggihan fitur,” kata IndSight dalam keterangan tertulis.
| Indikator | Periode | Persentase |
|---|---|---|
| Pembahasan HP masa depan terkait AI | Riset IndSight | 31% |
| AI dianggap kebutuhan wajib | Riset IndSight | 19% |
| AI sebagai pemikat utama | Kuartal I 2026 | 26% |
| Spesifikasi kamera sebagai pertimbangan | Kuartal I 2026 | 21% |
Kenaikan perhatian terhadap AI terjadi dalam waktu relatif singkat. Pada kuartal I 2025, AI menjadi faktor pemikat bagi 17 persen konsumen, sebelum meningkat menjadi 26 persen pada kuartal I 2026.
Di sisi lain, kamera masih memiliki posisi penting, tetapi porsinya berubah. Kamera menjadi faktor utama bagi 29 persen konsumen pada kuartal II 2025, lalu tercatat 21 persen pada kuartal I 2026.
Kamera Tetap Menjadi Ruang Pemakaian AI Terbesar
Turunnya porsi perhatian terhadap kamera tidak berarti fungsi tersebut ditinggalkan calon pembeli. Kamera justru menjadi saluran penggunaan AI yang paling dominan dalam aktivitas harian.
Menurut data IndSight, 71 persen penggunaan AI pada smartphone berkaitan dengan kamera. Kondisi ini menunjukkan konsumen melihat AI bukan sebagai kemampuan yang berdiri sendiri, melainkan sebagai unsur yang dapat memperluas pengalaman memakai fitur yang sudah familiar.
Perubahan tersebut membuat produsen perlu menjelaskan kegunaan AI secara lebih konkret. Konsumen tampaknya tidak hanya tertarik pada istilah teknologi, tetapi juga pada relevansi fitur itu ketika digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Waktu Membandingkan HP Makin Panjang
Perubahan prioritas ini juga memengaruhi cara konsumen menentukan pilihan. Riset IndSight menemukan perjalanan menuju pembelian smartphone menjadi lebih panjang karena calon pembeli mengumpulkan lebih banyak informasi sebelum bertransaksi.
| Tahap Perjalanan Konsumen | Porsi Awal | Porsi Setelah Meningkat |
|---|---|---|
| Riset dan ulasan | 22% | 27% |
| Perbandingan | 15% | 22% |
Porsi tahap riset dan ulasan meningkat dari 22 persen menjadi 27 persen. Tahap perbandingan juga naik dari 15 persen menjadi 22 persen, yang menandakan konsumen semakin aktif menelaah pilihan perangkat.
Dalam fase tersebut, kreator semakin berperan sebagai sumber validasi. Calon pembeli mencari ulasan, perbandingan, dan gambaran pengalaman penggunaan sebelum mengambil keputusan.
Situasi ini membuat persaingan smartphone tidak hanya ditentukan oleh besarnya angka spesifikasi. Kepercayaan konsumen juga bergantung pada kemampuan merek menyampaikan manfaat AI secara relevan, konsisten, dan mudah dibuktikan melalui pengalaman penggunaan.






