Kesemutan yang berulang, sesak napas saat aktivitas ringan, dan nyeri dada dapat muncul ketika aliran darah tidak berjalan optimal. Keluhan tersebut perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan kolesterol.
Kolesterol tinggi sering berkembang tanpa keluhan yang mudah dikenali. Banyak orang baru mengetahui kondisinya setelah menjalani pemeriksaan kesehatan atau ketika gangguan yang lebih serius telah muncul.
Perubahan pada kulit, mata, kaki, hingga tekanan darah juga dapat menjadi alasan untuk memeriksakan diri. Tidak semua kondisi itu berarti kadar kolesterol seseorang tinggi, sehingga pemeriksaan lipid tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Gambaran Kondisi yang Perlu Diperhatikan
| Kondisi | Tanda Utama | Perhatian |
|---|---|---|
| Kesemutan atau mati rasa | Kebas dan nyeri ringan pada anggota gerak | Periksa bila berulang |
| Nyeri dada | Tekanan pada dada saat aktivitas atau stres | Butuh perhatian medis |
| Endapan lemak | Bercak kekuningan atau lingkaran di kornea | Periksa kadar lipid |
| Stroke ringan | Pusing atau kelemahan mendadak | Jangan menunggu keluhan berulang |
Rangkuman CNBC Indonesia yang mengacu pada Artemist Hospitals dan Kenans Villep Pharmacy menyoroti delapan kondisi tersebut. Tanda-tanda itu mencakup kemungkinan gangguan pada sirkulasi, jantung, dan pembuluh darah otak.
1. Kesemutan atau Mati Rasa pada Tangan dan Kaki
Tangan dan kaki yang terasa kesemutan, kebas, atau nyeri ringan dapat berkaitan dengan aliran darah yang terganggu. Penumpukan kolesterol pada pembuluh darah dapat mengurangi pasokan oksigen bagi saraf di bagian tubuh tersebut.
Keluhan ini tidak selalu berkaitan dengan kadar kolesterol. Namun, pemeriksaan perlu dipertimbangkan bila gejalanya muncul terus-menerus atau berulang.
2. Nyeri atau Tekanan di Area Dada
Rasa nyeri atau tekanan pada dada dapat menjadi tanda jantung tidak mendapatkan cukup oksigen. Kondisi ini disebut angina dan dapat terkait dengan pembuluh darah yang menyempit karena penumpukan kolesterol.
Gejala dapat timbul saat seseorang melakukan aktivitas fisik atau mengalami stres. Kondisi ini perlu segera mendapat bantuan medis karena berpotensi terkait gangguan jantung yang lebih berat.
3. Sesak Napas
Sesak napas yang terjadi tanpa sebab jelas, termasuk saat berjalan atau naik tangga, perlu diwaspadai. Penyempitan pembuluh darah akibat plak dapat menghambat aliran darah menuju jantung dan paru-paru.
Hambatan tersebut dapat membuat tubuh kekurangan pasokan oksigen ketika beraktivitas. Sesak yang muncul berulang bahkan pada aktivitas ringan sebaiknya dievaluasi.
4. Muncul Endapan Lemak pada Kulit
Endapan lemak kekuningan pada kulit dikenal sebagai xanthoma. Bercak atau benjolan ini dapat muncul di sekitar mata, tangan, siku, maupun lutut.
Xanthoma umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri. Karena itu, tanda ini dapat terabaikan meski dapat menjadi petunjuk gangguan kadar lipid tubuh.
5. Pembengkakan pada Kaki
Kaki dan pergelangan kaki yang membengkak dapat terjadi ketika jantung tidak memompa darah secara efisien. Penyempitan arteri akibat penumpukan kolesterol dapat mengganggu kelancaran peredaran darah.
Cairan dapat terkumpul di jaringan tubuh bagian bawah akibat gangguan tersebut. Pembengkakan biasanya tampak lebih jelas setelah berdiri atau duduk lama.
6. Lingkaran Putih atau Abu-abu di Sekitar Mata
Arcus senilis merupakan lingkaran putih atau abu-abu yang tampak di sekitar kornea. Kondisi ini cukup lazim ditemukan pada usia yang lebih tua.
Jika terjadi pada usia lebih muda, arcus senilis dapat berhubungan dengan gangguan metabolisme lemak atau kolesterol tinggi. Tanda tersebut layak menjadi dasar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
7. Tekanan Darah Tinggi
Gangguan kolesterol kerap berjalan bersamaan dengan tekanan darah tinggi. Plak di dinding arteri dapat mempersempit pembuluh darah dan membuat jantung harus memompa lebih keras.
Tekanan di dalam pembuluh darah kemudian dapat meningkat. Kondisi ini juga dapat menambah risiko munculnya masalah kesehatan lain, termasuk penyakit jantung.
8. Stroke Ringan
Kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko tersumbatnya pembuluh darah di otak. Salah satu tanda peringatan adalah serangan iskemik sementara atau stroke ringan.
Pusing mendadak, gangguan penglihatan sementara, dan kelemahan pada satu sisi tubuh dapat menyertai kondisi ini. Walau keluhan dapat menghilang cepat, pemeriksaan medis tetap penting dilakukan.






