Perusahaan semakin mencari pekerja yang mampu menggunakan AI secara tepat, menilai situasi rumit, dan tetap membangun komunikasi dengan orang lain. Pergeseran kebutuhan ini terjadi ketika lowongan untuk pekerjaan dengan tugas berulang turun 13 persen sejak ChatGPT diluncurkan pada November 2022.
Di sisi lain, permintaan terhadap peran yang berpotensi diperkuat AI naik 20 persen. Temuan itu menunjukkan teknologi generatif tidak sekadar mengurangi sebagian tugas, melainkan ikut membentuk standar keterampilan baru di pasar kerja.
6 keterampilan yang menguat di era AI
1. Menulis instruksi untuk AI. Keterampilan ini diperlukan untuk menyusun perintah yang jelas agar alat AI menghasilkan keluaran yang sesuai kebutuhan pekerjaan. Ketepatan instruksi menjadi penting karena kualitas hasil AI sangat dipengaruhi konteks yang diberikan pengguna.
2. Literasi AI. Pekerja semakin perlu memahami fungsi dan cara memakai AI secara efektif dalam alur kerja sehari-hari. Pemahaman ini juga membantu pengguna mengenali peran teknologi tersebut pada tugas yang sedang dikerjakan.
3. Kolaborasi manusia dan AI. Perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang dapat bekerja produktif bersama sistem AI. Pola ini relevan ketika AI mengambil alih sebagian tugas, sementara manusia tetap menangani bagian pekerjaan yang memerlukan pertimbangan.
4. Aplikasi AI sesuai bidang. Penguasaan alat AI yang relevan dengan industri tertentu menjadi nilai tambah bagi pekerja. Kebutuhan pemanfaatan AI tidak selalu sama antara satu profesi dan profesi lainnya.
5. Penilaian situasional. Kemampuan membaca konteks dan menentukan pilihan dalam kondisi yang kompleks masih sulit diotomasi. Karena itu, keterampilan ini tetap menjadi bagian penting dalam pekerjaan yang diperkuat teknologi.
6. Komunikasi interpersonal. Interaksi langsung, membangun hubungan, serta menyampaikan pertimbangan kepada pihak lain masih menjadi kekuatan manusia. Kemampuan ini dibutuhkan terutama pada peran yang mengandalkan kerja sama dan keputusan bersama.
Perubahan terlihat pada iklan lowongan
Riset Harvard Business School berjudul Displacement or Complementarity? The Labor Market Impact of Generative AI menelaah data lowongan kerja di Amerika Serikat dari 2019 hingga Maret 2025. Penelitian tersebut memetakan lebih dari 19.000 tugas pada lebih dari 900 profesi.
| Kategori pekerjaan | Perubahan lowongan | Perubahan kebutuhan keterampilan |
|---|---|---|
| Rentan terhadap otomasi | Turun 13 persen | Menyusut hingga 7 persen |
| Berpotensi diperkuat AI | Naik 20 persen | Muncul keterampilan baru |
Dalam pekerjaan yang mudah diotomasi, perusahaan cenderung mencantumkan lebih sedikit keterampilan pada iklan lowongan. Sebaliknya, peran yang dapat berjalan berdampingan dengan AI memunculkan permintaan kemampuan baru yang sebelumnya belum banyak dicari.
Keuangan dan teknologi terdampak besar
Penurunan lowongan paling besar terjadi di sektor keuangan dan teknologi, yang banyak memuat proses berbasis data serta tugas terstruktur. Namun, dampak AI tidak seragam karena teknologi juga dapat memperkuat sejumlah profesi.
Mikrobiolog, analis keuangan, dan neuropsikolog klinis disebut sebagai contoh profesi yang berpotensi mendapatkan dukungan dari AI. Dalam pekerjaan tersebut, sistem dapat membantu pengolahan informasi tanpa sepenuhnya menggantikan pertimbangan manusia.
Pada bidang keuangan, manajer investasi dan analis dapat memanfaatkan AI untuk memproses serta mengevaluasi data pasar. Keputusan akhir tetap berada di tangan manusia yang harus mempertimbangkan situasi dan risiko.
Profesor Suraj Srinivasan, yang menulis riset tersebut bersama Wilbur Xinyuan Chen dan Saleh Zakerinia, mendorong perusahaan menyediakan pelatihan ulang bagi pekerja pada posisi yang rentan. Pelatihan itu perlu berfokus pada kemampuan yang sulit diotomasi, termasuk penilaian situasional dan komunikasi interpersonal.
Perusahaan juga didorong meningkatkan kemampuan AI bagi pekerja yang posisinya dapat diperkuat teknologi. Riset ini berfokus pada dampak jangka pendek di Amerika Serikat, sehingga pengaruh jangka panjang dan dampaknya di wilayah lain masih belum dapat dipastikan.






