5 Penguat Terbesar Kompas100 di Akhir Pekan, EXCL hingga INCO Mengejar ADMR

PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) memimpin lima saham Kompas100 dengan kenaikan terbesar pada perdagangan akhir pekan. Harga ADMR meningkat 7,01 persen hingga ditutup di Rp1.680 pada Jumat (14/8/2026).

Empat saham lain, yakni EXCL, SMGR, TINS, dan INCO, juga membukukan penguatan lebih dari 4 persen. Kenaikan tersebut terjadi saat Indeks Kompas100 mengakhiri perdagangan di level 829.

Daftar 5 penguat utama

No.EmitenPerubahan HargaHarga Akhir
1ADMRNaik 7,01 persenRp1.680
2EXCLNaik 6,46 persenRp2.800
3SMGRNaik 4,64 persenRp1.580
4TINSNaik 4,57 persenRp3.890
5INCONaik 4,50 persenRp5.225

1. ADMR menempati posisi pertama

ADMR mencatat 8.820 kali transaksi dengan volume perdagangan 47 juta saham. Nilai transaksi emiten ini mencapai sekitar Rp77 miliar.

Lonjakan 7,01 persen menjadikan ADMR pemimpin penguatan di kelompok Kompas100. Saham mineral ini menjadi konstituen dengan persentase kenaikan tertinggi pada sesi tersebut.

2. EXCL menguat 6,46 persen

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) naik 6,46 persen ke Rp2.800. Sebanyak 19 juta saham diperdagangkan dalam 6.350 kali transaksi.

Nilai perdagangan EXCL mencapai sekitar Rp53 miliar. Kenaikan EXCL menempatkannya sebagai satu-satunya saham telekomunikasi dalam lima besar penguat.

3. SMGR naik di tengah pergerakan beragam

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menguat 4,64 persen dan berakhir pada harga Rp1.580. Saham ini mencatat 4.278 kali transaksi dengan volume 23 juta saham.

Nilai transaksi SMGR tercatat sekitar Rp35 miliar. Pergerakan tersebut mengantarkan saham sektor semen ini ke peringkat ketiga.

4. TINS menguat dengan transaksi Rp521 miliar

PT Timah Tbk (TINS) menutup sesi pada Rp3.890 setelah naik 4,57 persen. Nilai transaksi TINS mencapai sekitar Rp521 miliar.

Besarnya nilai perdagangan membuat TINS menonjol di antara penguat harga tertinggi. Saham ini membukukan kenaikan kuat bersamaan dengan perputaran dana yang besar.

5. INCO melengkapi jajaran saham naik

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 4,50 persen ke Rp5.225. Nilai transaksi INCO tercatat sekitar Rp70 miliar.

Masuknya INCO ke lima besar menunjukkan saham nikel turut menguat pada perdagangan tersebut. Sektor mineral juga diwakili ADMR dan TINS dalam daftar yang sama.

Indeks naik, tetapi sejumlah saham justru melemah

Indeks Kompas100 bertambah 5,89 poin atau 0,72 persen ke level 829. Sepanjang sesi, indeks bergerak pada rentang 818 hingga 831.

Penguatan indeks tidak berlangsung merata karena beberapa saham berkapitalisasi besar ditutup melemah. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) memimpin daftar koreksi dengan penurunan 2,91 persen ke Rp835.

RAJA mencatat sekitar 15.000 kali transaksi dengan nilai sekitar Rp108 miliar. TPIA turun 2,43 persen ke Rp2.010, MIKA turun 2,22 persen ke Rp1.760, dan RATU melemah 1,49 persen ke Rp4.630.

CUAN memimpin aktivitas perdagangan

Data Bursa Efek Indonesia yang dikutip money.kompas.com mencatat CUAN sebagai saham dengan frekuensi transaksi tertinggi sekaligus nilai transaksi terbesar dalam kelompok Kompas100. CUAN diperdagangkan sekitar 88.000 kali dengan nilai sekitar Rp871 miliar.

Walau demikian, CUAN turun 1,79 persen dan ditutup di Rp825. TPIA berada di bawahnya dari sisi nilai transaksi, yakni sekitar Rp861 miliar.

Dari sisi volume, BUMI dan BNBR sama-sama diperdagangkan sekitar 2 miliar saham. BUMI menguat 1,69 persen ke Rp181, sedangkan BNBR naik 2,02 persen ke Rp101.

Perbedaan antara saham yang paling aktif dan saham yang paling menguat menegaskan bahwa besarnya likuiditas tidak selalu sejalan dengan arah harga. Keputusan investasi tetap perlu didasarkan pada riset mandiri atas risiko dan kondisi masing-masing emiten.

Baca Juga