Catatan lima gol dan tiga assist dari 33 laga Liga Inggris belum menjadi akhir dari ambisi Florian Wirtz di Liverpool. Gelandang Jerman itu ingin tampil lebih menentukan setelah melewati musim debut yang diwarnai penampilan naik-turun.
Wirtz mengakui terdapat pertandingan ketika ia tidak puas dengan performanya sendiri. Namun, ia juga menemukan banyak momen yang membuatnya yakin dapat bermain baik untuk Liverpool.
“Tentu saja ada beberapa pertandingan di mana saya tidak puas dengan performa sendiri di musim lalu namun ada juga banyak pertandingan di mana saya merasa tampil apik di lapangan,” ungkap Wirtz. Penilaian tersebut membuat musim pertamanya di Inggris menjadi periode pembelajaran, bukan sekadar catatan statistik.
Kontribusi dalam Musim Debut
Wirtz memainkan 33 pertandingan Liga Inggris pada musim lalu dan menyumbang lima gol serta tiga assist. Angka itu menunjukkan keterlibatannya di lini tengah, meski belum sepenuhnya sesuai dengan harapan terhadap pengaruh besarnya di Liverpool.
Pemain berusia 23 tahun tersebut masih menunggu kesempatan untuk menjadi lebih menentukan bagi tim. Musim 2026/27 akan menjadi panggung berikutnya untuk membuktikan perkembangan setelah satu tahun berkompetisi di Inggris.
Tantangan Wirtz pada musim debut berkaitan dengan ritme dan karakter permainan Liga Inggris. Ia menilai gaya bermain di kompetisi tersebut memiliki perbedaan yang jelas dibandingkan sepakbola Jerman.
Pengalaman yang Mengubah Kesiapan
Satu musim penuh membuat Wirtz merasa lebih mengenal situasi pertandingan di Liga Inggris. Ia menyebut proses memahami tuntutan kompetisi itu sebagai bagian penting dalam persiapannya menuju musim baru.
“Jelas, saya sudah belajar banyak. Saya sudah memahami bagaimana sepakbola di liga ini dan saya lebih tahu situasinya,” kata Wirtz seperti dikutip Daily Mail. Pengalaman tersebut memberinya dasar untuk mengejar konsistensi yang belum selalu tercapai pada musim sebelumnya.
Wirtz juga menegaskan bahwa perbedaan Inggris dan Jerman tidak dapat dipahami dalam waktu singkat. Setelah menjalani satu musim, ia merasa jauh lebih siap menghadapi tantangan yang sama.
“Saya sudah satu tahun main di sini, saya sering bilang kalau gaya main di sini dan di Jerman berbeda. Jadi, saya sudah siap menjalani musim depan,” paparnya. Pernyataan itu mencerminkan keyakinan Wirtz bahwa adaptasi yang dilaluinya dapat menghasilkan dampak lebih besar untuk Liverpool.
Harapan dari Pergantian Manajer
Musim baru Liverpool juga akan berlangsung di bawah arahan Andoni Iraola sebagai manajer. Wirtz melihat pergantian tersebut sebagai kesempatan bagi tim untuk membangun energi serta mentalitas baru.
Fokusnya tidak terbatas pada peningkatan performa pribadi. Ia berharap seluruh pemain Liverpool dapat tampil lebih gemilang dalam suasana baru di bawah Iraola.
“Semoga musim ini kami memiliki energi dan mentalitas yang tepat, sehingga setiap pemain bisa tampil lebih gemilang,” tutup Wirtz. Dengan bekal pengalaman musim debut dan perubahan di kursi manajer, ia menanti peluang untuk memperlihatkan versi yang lebih siap bersama Liverpool.






