Frekuensi konsumsi makanan dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan kulit. Beberapa jenis makanan dikaitkan dengan pembentukan AGEs, peradangan, stres oksidatif, hingga gangguan keseimbangan cairan tubuh.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi kolagen dan elastin, protein yang membantu kulit tetap elastis serta kencang. Saat keduanya terganggu, kulit berpotensi terlihat lebih kusam, kurang kenyal, dan lebih mudah menunjukkan garis halus.
1. Makanan Tinggi Gula
Kelompok pertama adalah makanan tinggi gula, seperti kue, permen, dan camilan kemasan. Makanan ini dapat memicu glikasi, yaitu ikatan molekul gula dengan protein tubuh termasuk kolagen dan elastin.
Proses glikasi menghasilkan advanced glycation end products atau AGEs. AGEs berpotensi merusak kolagen dan elastin, yang kemudian dapat berkaitan dengan berkurangnya kekencangan kulit serta munculnya kerutan seiring waktu.
2. Makanan Olahan dan Gorengan
Bakwan, kentang goreng, burger, dan daging olahan termasuk contoh makanan yang sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi. Makanan olahan dan gorengan dikaitkan dengan peradangan serta peningkatan pembentukan AGEs.
Kandungan vitamin, nutrisi, dan antioksidan dalam kelompok makanan ini umumnya lebih sedikit. Dokter kulit Kseniya Kobets, MD, menyebut tubuh membutuhkan nutrisi dan antioksidan untuk membantu perbaikan jaringan, pembentukan kolagen, kekebalan tubuh, serta kelembapan kulit.
3. Makanan Tinggi Natrium
Makanan dengan natrium tinggi dapat memengaruhi penampilan kulit melalui gangguan keseimbangan cairan tubuh. Akibatnya, kulit dapat lebih mudah mengalami dehidrasi.
Mi instan, daging olahan, dan makanan cepat saji menjadi beberapa sumber natrium tinggi yang disebutkan. Produk ultra-proses tersebut kerap pula mengandung lemak jenuh, gula, dan bahan tambahan yang dapat meningkatkan stres oksidatif jika terlalu sering dikonsumsi.
4. Lemak Trans
Lemak trans juga dikaitkan dengan risiko bagi kesehatan jantung dan kulit. Seperti karbohidrat olahan, lemak ini dapat memicu pembentukan AGEs yang berpotensi mengganggu kolagen.
FDA telah melarang penggunaan minyak terhidrogenasi sebagian yang menjadi sumber utama lemak trans buatan. Pembatasan tidak berarti seluruh makanan tersebut harus dihilangkan, tetapi konsumsi gula, natrium, makanan olahan, gorengan, dan lemak trans perlu diatur.
Perbandingan Kelompok Makanan
| Jenis makanan | Contoh | Hal yang perlu diperhatikan |
|---|---|---|
| Tinggi gula | Kue dan permen | Glikasi dan AGEs |
| Olahan dan gorengan | Bakwan dan burger | Peradangan serta sedikit antioksidan |
| Tinggi natrium | Mi instan dan makanan cepat saji | Keseimbangan cairan tubuh |
| Lemak trans | Minyak terhidrogenasi sebagian | Pembentukan AGEs |
Perawatan kulit tidak hanya bergantung pada produk yang digunakan dari luar. Memperhatikan pola makan dapat melengkapi upaya menjaga kelembapan, kekencangan, dan elastisitas kulit dalam jangka panjang.






