Garasi Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tercatat memiliki tiga mobil dan satu sepeda motor dengan nilai total Rp 1,28 miliar. Daftar itu memuat Toyota Alphard tahun 2023 senilai Rp 900 juta sebagai kendaraan dengan nilai tertinggi.
Rincian kendaraan tersebut tercantum dalam LHKPN yang disampaikan pada 26 Januari 2026. Semua unit dicatat sebagai hasil sendiri dalam laporan harta kekayaan itu.
Informasi mengenai kendaraan muncul di tengah penanganan operasi tangkap tangan KPK terhadap Lalu Ahmad Zaini dan enam orang lainnya. KPK mengamankan uang tunai dalam pecahan rupiah serta sejumlah dokumen.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan perkara itu diduga berkaitan dengan penerimaan oleh bupati terkait proyek-proyek di lingkungan Kabupaten Lombok Barat. KPK juga melakukan penyegelan pada ruang kerja bupati dan ruang kerja Kepala Dinas PUPRPK Lombok Barat, Lalu Ratnawo.
Komposisi 4 Kendaraan yang Dilaporkan
| No. | Kendaraan | Tahun | Nilai |
|---|---|---|---|
| 1 | Toyota Avanza G AT | 2019 | Rp 95.000.000 |
| 2 | Honda Scoopy 110 cc | 2021 | Rp 10.000.000 |
| 3 | Toyota Alphard | 2023 | Rp 900.000.000 |
| 4 | Honda HR-V 1.5 L | 2024 | Rp 275.000.000 |
1. Toyota Avanza G AT Tahun 2019
Toyota Avanza G AT keluaran 2019 dilaporkan bernilai Rp 95 juta. Nilai mobil ini berada di bawah Honda HR-V dan Toyota Alphard dalam daftar kendaraan yang tercatat.
2. Honda Scoopy 110 cc Tahun 2021
Honda Scoopy 110 cc tahun 2021 tercatat dengan nilai Rp 10 juta. Sepeda motor tersebut menjadi kendaraan dengan nilai paling kecil dari empat unit yang dilaporkan.
3. Toyota Alphard Tahun 2023
Toyota Alphard tahun 2023 memiliki nilai Rp 900 juta. Nilai kendaraan ini setara sekitar 70 persen dari total kelompok alat transportasi dan mesin.
4. Honda HR-V 1.5 L Tahun 2024
Honda HR-V 1.5 L tahun 2024 tercatat bernilai Rp 275 juta. Mobil ini melengkapi daftar kendaraan roda empat dalam laporan kekayaan Lalu Ahmad Zaini.
Kendaraan Menjadi Aset Terbesar Ketiga
Total harta kekayaan Lalu Ahmad Zaini yang tercantum dalam LHKPN mencapai Rp 25.567.639.655. Kelompok tanah dan bangunan menjadi aset terbesar dengan nilai Rp 14,5 miliar.
Kas dan setara kas berada di posisi berikutnya dengan nilai sekitar Rp 9,1 miliar. Sementara itu, harta bergerak lainnya tercatat sebesar Rp 557,5 juta.
Dengan nilai Rp 1,28 miliar, kelompok alat transportasi dan mesin menjadi komponen harta terbesar ketiga. Catatan kendaraan tersebut merupakan bagian dari laporan kekayaan yang disampaikan sebelum proses penanganan perkara oleh KPK.






