Desain ponsel yang mengingatkan pada iPhone 17 Pro Max kini muncul pada perangkat Android dengan keunggulan yang sangat beragam. Salah satu yang paling menonjol adalah Oppo A7 Pro Max yang membawa baterai berkapasitas 10.000 mAh.
Kapasitas tersebut menjadi baterai terbesar yang pernah digunakan Oppo pada smartphone buatannya. Perangkat ini memakai teknologi Glacier Battery berbasis silicon-carbon yang dikembangkan Oppo.
Oppo menyatakan baterainya masih mampu mempertahankan lebih dari 80 persen kapasitas setelah 1.500 siklus pengisian daya. Oppo A7 Pro Max telah tersedia di China dengan harga mulai 2.199 yuan.
Selain Oppo, Huawei, Itel, dan HMD juga menawarkan perangkat dengan susunan kamera belakang yang memiliki kemiripan visual dengan gaya ponsel premium. Kemiripan itu terutama terlihat dari modul kamera persegi panjang atau persegi serta beberapa lingkaran besar untuk lensa.
| Model | Desain kamera | Keunggulan | Harga |
|---|---|---|---|
| Huawei Nova 16 SE | Modul persegi panjang, lensa zig-zag | Baterai 8.500 mAh | 2.499 yuan |
| Itel Power 80 | Modul persegi dengan tiga lingkaran | Baterai 7.000 mAh, IP68/IP69 | Rp 2,3 jutaan |
| HMD Asha 305 | Modul dengan tiga lingkaran | Layar 5 inci, aplikasi versi Lite | 3.990 peso |
| Oppo A7 Pro Max | Modul memanjang di bagian atas | Baterai 10.000 mAh | 2.199 yuan |
Tampilan luar yang serupa tidak berarti kemampuan kamera maupun spesifikasi keempat perangkat ini setara dengan lini iPhone. Calon pembeli tetap perlu membedakan desain visual dari kemampuan perangkat yang sebenarnya.
1. Huawei Nova 16 SE
Huawei Nova 16 SE membawa modul kamera belakang berbentuk persegi panjang dengan lensa yang ditata secara zig-zag. Elemen tersebut membuat tampilannya sekilas mengingatkan pada desain iPhone 17 Pro.
Nilai utama Huawei Nova 16 SE terletak pada baterai 8.500 mAh yang disebut sebagai kapasitas terbesar di jajaran Nova 16 series. Ponsel ini dirilis di China dengan harga mulai 2.499 yuan.
Menurut Kompas Tekno, perangkat itu belum disebut tersedia untuk pasar Indonesia. Ketersediaannya pun perlu diperhatikan sebelum menjadikannya pilihan pembelian.
2. Itel Power 80
Itel Power 80 menggunakan modul kamera persegi pada sudut kiri atas punggung perangkat. Tiga lingkaran pada bagian itu menghasilkan kesan kamera yang lebih menonjol seperti ponsel kelas premium.
Dua lensa ditempatkan secara horizontal di bagian atas, sedangkan satu lensa lainnya berada di bawah. Susunannya tidak sama persis dengan iPhone, tetapi tetap mempertahankan gaya tiga kamera yang mudah dikenali.
Itel Power 80 dibekali baterai 7.000 mAh serta sertifikasi ketahanan IP68 dan IP69. Model ini sudah tersedia di Indonesia dengan harga sekitar Rp 2,3 jutaan.
3. HMD Asha 305
HMD Asha 305 menjadi model paling ringkas dalam daftar ini karena memakai layar 5 inci. Modul belakangnya memiliki tiga lingkaran yang menyerupai gaya kamera “boba” pada ponsel modern.
Namun, tidak semua lingkaran pada modul tersebut merupakan kamera aktif. Perangkat ini hanya mempunyai satu kamera belakang 2 MP dan kamera depan 2 MP.
HMD memosisikan Asha 305 sebagai “lite smartphone” dengan spesifikasi sederhana. Meski begitu, perangkat ini disebut dapat menjalankan lebih dari 100 aplikasi, termasuk Facebook Lite, Instagram Lite, WhatsApp, TikTok Lite, dan YouTube.
HMD Asha 305 telah dirilis di Filipina dengan harga 3.990 peso. Model ini memperlihatkan bahwa desain kamera bergaya flagship juga digunakan pada perangkat berharga lebih terjangkau.
4. Oppo A7 Pro Max
Oppo A7 Pro Max memakai modul kamera persegi panjang yang membentang pada bagian atas punggung perangkat. Bentuk tersebut menjadi salah satu yang paling dekat dengan gaya iPhone 17 Pro Max dalam daftar ini.
Perbedaan pasar menjadi hal penting karena tidak semua model telah dipasarkan resmi di Indonesia. Dari empat pilihan tersebut, Itel Power 80 merupakan model yang disebut sudah tersedia di pasar Indonesia.






