Peluang dapat lewat tanpa menghasilkan perubahan jika seseorang tidak siap mengambilnya. Dr. Tina Seelig, profesor Stanford University, menawarkan tiga langkah untuk membangun sikap yang lebih aktif terhadap kesempatan.
Langkah tersebut berpusat pada arah pribadi, hubungan dengan orang lain, dan keberanian mencoba. Seelig melihat kebiasaan kecil yang dilakukan berulang sebagai cara memperbesar kemungkinan seseorang menemukan kesempatan baru.
1. Menetapkan Nilai dan Arah
Seelig menempatkan pemahaman atas nilai-nilai inti serta tujuan hidup sebagai fondasi awal. Dengan arah yang jelas, seseorang tidak mudah terbawa pilihan atau pengaruh yang ditentukan orang lain.
Fondasi ini juga membantu menilai kesempatan yang muncul. Tidak setiap peluang harus diikuti, karena pilihan yang diambil perlu selaras dengan tujuan yang ingin dicapai.
2. Memperluas Hubungan dan Memberi Bantuan
Langkah kedua adalah membangun tim serta memperluas interaksi dengan orang lain. Seseorang dapat meminta bantuan ketika membutuhkan dan, pada saat bersamaan, bersedia membantu pihak lain.
Menurut Seelig, kemurahan hati memiliki tempat penting dalam proses itu. “Sifat dermawan adalah magnet keberuntungan,” ujarnya dalam wawancara di The Mel Robbins Podcast yang dikutip CNBC Indonesia.
Hubungan yang dibangun melalui bantuan timbal balik dapat membuka kemungkinan yang tidak muncul ketika seseorang bertindak sendiri. Penekanannya bukan pada mengejar keuntungan langsung, melainkan pada keterbukaan terhadap koneksi dan dukungan.
3. Berani Mencoba dalam Skala Kecil
Langkah terakhir adalah mengambil risiko kecil secara intelektual, finansial, ataupun sosial. Seelig tidak mendorong tindakan gegabah, melainkan latihan untuk keluar dari kebiasaan diam.
Menyapa orang baru saat mengantre kopi atau mengucapkan pujian jujur kepada orang asing dapat menjadi contoh risiko sosial yang sederhana. Ia menilai tindakan semacam itu dapat mengaduk “kuah kehidupan” dan membuka pintu yang sebelumnya tidak tampak.
Upaya kecil yang dilakukan berulang disebut Seelig serupa dengan investasi uang. Tindakan positif setiap hari dapat menjadi setoran yang memperbesar kemungkinan hadirnya kesempatan di kemudian hari.
Peluang sebagai Angin
Seelig membedakan nasib atau fortune dari keberuntungan. Nasib meliputi perkara di luar kendali manusia, sedangkan keberuntungan berkaitan dengan respons seseorang terhadap peluang yang tersedia.
Ia memakai gambaran angin untuk menjelaskan cara kerja peluang. Angin dapat terus bertiup, tetapi tidak akan membawa seseorang ke tujuan tanpa layar yang mampu menangkap dan mengarahkannya.
| Tipe | Sikap | Ilustrasi |
|---|---|---|
| Penghuni Rumah | Menutup diri | Tidak mengetahui angin di luar |
| Penunjuk Arah Angin | Melihat tanpa bergerak | Menyaksikan peluang berlalu |
| Balon Udara | Mengikuti tanpa tujuan | Terbawa angin tanpa kendali |
| Perahu Layar | Aktif dan terarah | Memakai angin menuju tujuan |
Perahu layar menjadi tipe yang dianggap ideal karena mampu menggabungkan kesiapan dan arah. Orang dalam posisi ini tidak sekadar berharap keadaan membaik, tetapi mencari cara untuk memakai kesempatan yang ada.
Gagasan Seelig tidak menyatakan bahwa seluruh hasil hidup berada dalam kendali manusia. Pesannya adalah memilih tindakan saat kesempatan datang, alih-alih hanya mengandalkan nasib.






