POCO F8 Pro menjadi perangkat dengan kapasitas baterai terbesar di antara tiga HP kelas Rp8 jutaan yang dibahas, yakni 6.210 mAh. Keunggulan itu diperkuat pengisian 100W HyperCharge untuk pengguna yang membutuhkan proses isi daya lebih cepat.
Persaingan di segmen ini tidak hanya ditentukan oleh tenaga pemrosesan, tetapi juga efisiensi layar, pemrosesan AI, dan pengalaman multimedia. Per 17 Juli 2026, POCO F8 Pro, Samsung Galaxy S25 FE, serta realme GT 7 menawarkan karakter yang berbeda untuk kebutuhan harian hingga gim.
Perbandingan 3 HP Rp8 Jutaan
Ketiga model sama-sama mengandalkan panel AMOLED, tetapi teknologi layar dan kapasitas dayanya tidak seragam. Perbedaan tersebut dapat menjadi pertimbangan utama bagi pengguna yang mengutamakan daya tahan, layar luas, atau fitur pengolahan foto.
| Model | Layar | Baterai | Fokus Utama |
|---|---|---|---|
| POCO F8 Pro | AMOLED HyperRGB 6,59 inci, 120Hz | 6.210 mAh, 100W HyperCharge | Performa, multimedia, audio Bose |
| Samsung Galaxy S25 FE | Dynamic AMOLED 2X | 4.500 mAh | Galaxy AI, pengolahan foto |
| realme GT 7 | LTPO AMOLED 6,78 inci | Di atas 5.000 mAh | Efisiensi layar, kamera 50 MP |
Baterai besar memang menjadi nilai jual yang kuat, namun pengelolaan energi pada layar juga berpengaruh terhadap pemakaian sehari-hari. Samsung mengandalkan manajemen daya berbasis AI, sedangkan realme memakai panel LTPO yang dapat menyesuaikan refresh rate secara dinamis.
1. POCO F8 Pro
POCO F8 Pro membawa kombinasi kapasitas 6.210 mAh dan 100W HyperCharge sebagai daya tarik utamanya. Pendekatan ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan daya tahan tinggi tanpa harus menunggu lama saat mengisi baterai.
Perangkat ini memakai layar AMOLED HyperRGB 6,59 inci dengan refresh rate 120Hz. Panel tersebut dirancang untuk menghadirkan tampilan responsif serta warna tajam ketika dipakai menonton konten multimedia atau memainkan gim berat.
Pemrosesan gambar berbasis AI menjadi andalan sektor kamera, termasuk untuk kebutuhan pemotretan malam hari. POCO juga menyertakan audio premium hasil kolaborasi dengan Bose untuk memperkuat pengalaman hiburan.
2. Samsung Galaxy S25 FE
Samsung Galaxy S25 FE mengambil jalur berbeda dengan menonjolkan pengalaman Galaxy AI di kelas harga yang lebih terjangkau. Ponsel ini menggunakan layar Dynamic AMOLED 2X yang dikenal memiliki akurasi warna tinggi dan peningkatan perlindungan mata.
Fitur AI Camera mencakup Object Eraser dan Photo Remaster otomatis untuk membantu penyuntingan foto secara praktis. Kemampuan tersebut relevan bagi pengguna yang ingin merapikan objek dalam foto atau meningkatkan hasil gambar tanpa proses penyuntingan yang rumit.
Kapasitas baterai 4.500 mAh pada model ini memang lebih kecil dibandingkan dua pesaingnya dalam daftar. Namun, Samsung mengandalkan pengelolaan daya berbasis AI pada level sistem untuk mengoptimalkan konsumsi energi sepanjang hari.
3. realme GT 7
realme GT 7 menawarkan layar LTPO AMOLED 6,78 inci yang berorientasi pada efisiensi energi. Teknologi LTPO memungkinkan refresh rate turun hingga 1Hz ketika perangkat menampilkan konten statis.
Penyesuaian refresh rate itu membantu layar tidak terus bekerja pada laju tinggi saat pengguna membaca atau melihat tampilan yang tidak bergerak. Ketika dibutuhkan, layar tetap dapat meningkatkan responsivitasnya sesuai penggunaan.
Ponsel ini membawa kamera utama 50 MP dengan optimalisasi AI yang berfokus pada kecepatan rana dan akurasi warna kulit alami. realme GT 7 juga memiliki baterai di atas 5.000 mAh serta dukungan UltraDart Charging untuk melengkapi pendekatan efisiensi layarnya.
Pilihan di kelas Rp8 jutaan kini memperlihatkan pembagian fokus yang semakin tegas. POCO F8 Pro mengedepankan kapasitas dan pengisian cepat, Samsung Galaxy S25 FE menitikberatkan Galaxy AI, sementara realme GT 7 menggabungkan layar LTPO AMOLED dengan baterai besar.






