14 Orang Meninggal akibat Gempa M7,7 di NTT, Pangan dan Tenda Jadi Prioritas

Gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur telah menewaskan 14 orang yang tersebar di tiga kabupaten. Di saat penanganan korban berlangsung, kebutuhan pangan, tenda, obat-obatan, dan air bersih menjadi prioritas bagi warga terdampak.

Manggarai menjadi salah satu daerah yang membutuhkan dukungan logistik dalam jumlah besar. Kabupaten ini memerlukan 30 ton beras, perlengkapan tidur, peralatan dapur, hingga sarana komunikasi dan penerangan untuk menunjang pengungsian.

Korban dan Wilayah Terdampak

Enam korban meninggal tercatat di Manggarai, lima korban di Manggarai Timur, dan tiga korban di Sikka. BNPB juga mencatat dua orang mengalami luka berat serta 11 orang mengalami luka ringan.

WilayahKorban MeninggalKeterangan
Manggarai6 orangJuga mengalami kerusakan rumah dan fasilitas publik
Manggarai Timur5 orangWilayah terdampak gempa
Sikka3 orangWilayah terdampak gempa

Korban luka tersebar di Sikka, Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur. Wilayah Flores bagian utara, meliputi Maumere, Ngada, hingga Manggarai, disebut sebagai kawasan yang paling terdampak.

Gempa terjadi pada pukul 04.58.24 WIB dengan pusat di laut sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Guncangan kuat berlangsung kurang lebih satu menit dan membuat warga panik, sementara peringatan dini tsunami dari BMKG sempat mendorong sebagian warga mengungsi ke tempat lebih tinggi.

30 Ton Beras untuk Manggarai

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengidentifikasi kebutuhan warga Manggarai melalui kaji cepat di lapangan. Berton SP Panjaitan, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menyebut kebutuhan itu masuk dalam penanganan darurat.

Kebutuhan MendesakJumlah
Beras30 ton
Tenda pengungsi15 unit
Tenda posko12 unit
Tenda pleton20 unit
Velbed, selimut, dan tikarMasing-masing 1.000 unit
Peralatan dapur500 paket
Tandon air12 unit
Genset10 unit

Tandon air yang dibutuhkan memiliki kapasitas 2.200 liter per unit, sedangkan genset berkapasitas 5 KVA. Manggarai juga memerlukan 10 unit handy talky dan 100 senter untuk kebutuhan komunikasi serta penerangan.

Kebutuhan obat-obatan dinilai penting untuk mendukung pelayanan bagi warga terdampak. Pasokan air bersih dan listrik juga diperlukan karena layanan dasar di pengungsian harus tetap tersedia sepanjang penanganan darurat.

Rumah dan Layanan Publik Ikut Terdampak

Manggarai melaporkan 29 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, dan sembilan rumah rusak ringan. Lima fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan turut mengalami kerusakan.

Kerusakan tersebut membuat kebutuhan tenda semakin penting bagi warga yang tidak dapat tinggal di rumahnya. Kondisi fasilitas kesehatan yang terdampak juga menambah urgensi penyediaan obat-obatan serta dukungan pelayanan medis.

Pemerintah daerah mengantisipasi kebutuhan makanan dengan meminta supermarket di kawasan bencana membagikan pangan kepada korban. Stok yang dikeluarkan akan diganti pemerintah sambil menunggu bantuan resmi tiba.

BPBD bekerja bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait untuk mendata korban serta kerusakan. Mereka juga terus memantau kondisi masyarakat dan menyalurkan kebutuhan dasar selama evakuasi serta distribusi bantuan berlangsung.

Baca Juga