Indomie sulit digeser dari puncak pilihan belanja rumah tangga Indonesia meski jumlah merek FMCG yang dipantau terus bertambah. Laporan Brand Footprint 2026 menempatkan Indomie di urutan pertama melalui ukuran Consumer Reach Points.
Consumer Reach Points menggabungkan jumlah rumah tangga yang membeli merek dengan frekuensi pembeliannya. Dengan metode itu, Worldpanel by Numerator memotret merek yang paling sering dipilih konsumen.
So Klin, Mie Sedaap, Roma, Indofood, Royco, Kapal Api, NABATI, Masako, dan Frisian Flag mengikuti Indomie dalam daftar 10 besar. Susunan kelompok teratas ini relatif tidak banyak berubah dibandingkan tahun sebelumnya.
1. Indomie
Indomie menempati peringkat pertama dalam daftar merek FMCG yang paling sering dipilih konsumen Indonesia. Merek ini kembali menjadi pemimpin dalam pengukuran Consumer Reach Points.
2. So Klin
So Klin berada di urutan kedua pada pemeringkatan. Merek ini menjadi pesaing terdekat Indomie dalam daftar 10 besar.
3. Mie Sedaap
Mie Sedaap menduduki posisi ketiga. Peringkat tersebut menempatkannya di jajaran utama pilihan konsumen Indonesia.
4. Roma
Roma berada pada urutan keempat. Merek ini tetap menjadi bagian dari komposisi 10 besar yang relatif stabil.
5. Indofood
Indofood menempati posisi kelima. Merek tersebut termasuk dalam kelompok yang paling kerap dipilih rumah tangga.
6. Royco
Royco menduduki peringkat keenam. Posisinya memperlihatkan persaingan pilihan konsumen yang tersebar di sejumlah merek besar.
7. Kapal Api
Kapal Api berada pada urutan ketujuh. Merek ini mempertahankan tempatnya dalam daftar 10 besar nasional.
8. NABATI
NABATI menempati posisi kedelapan. Keberadaannya memperkuat susunan merek yang paling sering masuk pilihan konsumen.
9. Masako
Masako berada di peringkat kesembilan. Merek ini tetap tercatat dalam kelompok teratas di tengah kompetisi yang makin padat.
10. Frisian Flag
Frisian Flag menduduki urutan kesepuluh. Posisi tersebut melengkapi daftar merek dengan pilihan konsumen paling tinggi.
| Peringkat | Merek | Status |
|---|---|---|
| 1 | Indomie | Paling sering dipilih |
| 2 | So Klin | 10 besar |
| 3 | Mie Sedaap | 10 besar |
| 4 | Roma | 10 besar |
| 5 | Indofood | 10 besar |
| 6 | Royco | 10 besar |
| 7 | Kapal Api | 10 besar |
| 8 | NABATI | 10 besar |
| 9 | Masako | 10 besar |
| 10 | Frisian Flag | 10 besar |
Pertumbuhan Tidak Lagi Mudah
Jumlah merek yang dipantau Worldpanel naik dari 436 menjadi 451. Pada saat yang sama, rumah tangga Indonesia membeli sekitar 95 merek FMCG dalam setahun dengan rata-rata 293 kali perjalanan belanja.
Managing Director Worldpanel Indonesia Venu Madhav mengatakan bertambahnya merek membuat persaingan memperebutkan pilihan konsumen semakin ketat. Hanya 44 persen merek yang tumbuh pada 2025, turun dari 62 persen pada tahun sebelumnya.
Merek Kecil Menemukan Ruang
Merek kecil mencakup 41 persen dari keseluruhan merek yang dipantau, naik dari 39 persen pada tahun sebelumnya. Lebih dari separuhnya berhasil bertumbuh karena konsumen semakin terbuka mencoba pilihan baru.
Inovasi, harga terjangkau, dan solusi yang sesuai kebutuhan harian menjadi pendorong pertumbuhan tersebut. Sekitar 80 persen merek yang tumbuh menjangkau lebih banyak rumah tangga, sedangkan lainnya menaikkan frekuensi pembelian pelanggan lama.
Desaku mempertahankan tren positif selama tiga tahun melalui pilihan bumbu dan rempah yang lengkap, sachet terjangkau, serta distribusi pasar tradisional yang kuat. Strategi itu mendatangkan lebih dari enam juta pembeli baru.
Baby Happy memperkuat posisinya dengan kemasan sachet, promosi buy more save more, serta perluasan distribusi ke toko tradisional, e-commerce, dan toko perlengkapan bayi. Dalam setahun terakhir, merek tersebut menarik sekitar 1,7 juta pembeli baru.
Marketing Lead Worldpanel Indonesia Corina Fajriyani menyatakan merek dengan kinerja terbaik terus menarik pembeli baru sekaligus memberi alasan tambahan untuk dipilih. Relevansi terhadap kebutuhan sehari-hari menjadi dasar bagi pertumbuhan yang berkelanjutan.






