Timnas Prancis memasuki pergantian besar setelah 14 tahun berada di bawah kepemimpinan Didier Deschamps. Federasi Sepak Bola Prancis atau FFF memilih Zinedine Zidane untuk memulai babak baru sebagai pelatih utama.
Penunjukan tersebut diresmikan FFF pada 28 Juli 2026, sementara masa kontrak Zidane bersama stafnya berlaku mulai 1 September 2026. Zidane menggantikan Deschamps yang telah menyampaikan rencana pengunduran diri sejak tahun lalu.
Deschamps meninggalkan capaian besar selama memimpin Prancis. Ia membawa Les Bleus menjuarai Piala Dunia dan UEFA Nations League dalam masa kepelatihannya.
Zidane Mendapat Kesempatan yang Lama Ditunggu
Kesempatan melatih Prancis disebut menjadi keinginan lama Zidane. Ia bahkan dikabarkan sempat menolak sejumlah tawaran melatih klub karena ingin menangani skuad Ayam Jantan.
Mandat dari FFF membuat Zidane kini bersiap membangun hubungan kerja baru dengan para pemain tim nasional. Ia juga akan bekerja bersama beberapa sosok yang pernah menemaninya di Real Madrid.
David Bettoni dan Hamidou Msaidie ditunjuk sebagai asisten pelatih. Grégory Dupont akan mengisi posisi penasihat strategi dan performa, sedangkan Fabien Barthez menangani penjaga gawang.
| Personel | Posisi | Riwayat atau tugas |
|---|---|---|
| David Bettoni | Asisten pelatih | Pernah bekerja bersama Zidane di Real Madrid |
| Hamidou Msaidie | Asisten pelatih | Pernah bekerja bersama Zidane di Real Madrid |
| Grégory Dupont | Penasihat strategi dan performa | Bagian dari staf Zidane |
| Fabien Barthez | Pelatih penjaga gawang | Menangani sektor penjaga gawang |
Seluruh anggota staf kepelatihan dijadwalkan diperkenalkan secara resmi pada awal September. FFF juga akan memakai jasa seorang petugas penghubung melalui kesepakatan peminjaman dengan Kementerian Dalam Negeri Prancis.
Polemik Mengiringi Awal Masa Jabatan
Transisi kepelatihan ini turut dibayangi perdebatan mengenai agama Islam yang dianut Zidane. Isu tersebut memicu sorotan terhadap dugaan Islamophobia dalam pembahasan penunjukan pelatih tim nasional.
Abdelkader Lahmar dari La France Insoumise menilai persoalan agama tidak semestinya menjadi pertimbangan. Dalam unggahannya di akun X @AK_Lahmar, ia mempertanyakan perlakuan berbeda yang diterima Zidane.
“Kami tidak pernah menanyakan soal agama kepada Didier Deschamps, Laurent Blanc, Raymond Domenech, Jacques Santini, Roger Lemerre, atau Aime Jacquet saat mereka ditunjuk. Lalu mengapa pertanyaan ini diajukan kepada Zidane,” tulis Lahmar.
FFF menyatakan polemik itu tidak mengganggu agenda persiapan tim. Fokus federasi tertuju pada kesiapan Zidane dan stafnya menjelang tugas kompetitif pertama.
Grup UEFA Nations League Menjadi Ujian Awal
Zidane akan memulai pekerjaannya melalui fase grup UEFA Nations League pada akhir September hingga awal Oktober. Prancis akan berhadapan dengan Italia, Belgia, dan Turki dalam grup yang disebut berat.
Pertandingan tersebut menjadi tantangan awal untuk membentuk koordinasi antara pelatih, staf, dan pemain. Hasil dari persiapan menuju laga itu akan memberi gambaran pertama mengenai arah Prancis setelah era Deschamps berakhir.






