Yangtze Memory Technologies Co. atau YMTC untuk pertama kalinya menempati posisi ketiga pasar NAND flash global pada kuartal II-2026. Produsen memori asal Wuhan itu melampaui Micron Technology ketika kelangkaan chip memperketat pasokan di pasar dunia.
Data Memory & Storage Tracker dari Counterpoint Research mencatat pangsa YMTC mencapai 14%. Capaian tersebut menempatkan perusahaan China itu di bawah Samsung dan SK Hynix, sekaligus sedikit di atas Kioxia.
| Perusahaan | Pangsa Pasar NAND Flash | Posisi Global |
|---|---|---|
| Samsung | 25% | 1 |
| SK Hynix | 22% | 2 |
| YMTC | 14% | 3 |
| Kioxia | Tepat di bawah YMTC | 4 |
| Micron Technology | Di jajaran lima besar | 5 |
Kenaikan posisi itu belum langsung membuat YMTC berada di jajaran teratas dari sisi pendapatan. Perusahaan tersebut masih menempati peringkat kelima dalam nilai penjualan karena sebagian besar produknya masuk ke pasar konsumen ritel.
Segmen ritel menawarkan volume penjualan yang luas, tetapi nilainya lebih rendah dibandingkan produk penyimpanan untuk pusat data. SSD enterprise bagi server umumnya memberi kontribusi pendapatan yang lebih besar dibandingkan produk konsumen.
Pasokan Menjadi Penentu
Permintaan memori meningkat seiring pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan atau AI di berbagai pasar. Dalam situasi pasokan yang ketat, kemampuan menjaga produksi dan pengiriman menjadi faktor penting dalam perebutan Pangsa Pasar NAND.
Harga kontrak NAND bahkan dilaporkan melonjak 75% hanya dalam satu kuartal. Kenaikan tersebut terjadi ketika kebutuhan chip memori membesar sementara sejumlah produsen besar mengubah fokus strategi produksinya.
Menurut laporan yang dikutip CNBC Indonesia, Samsung memangkas volume NAND untuk mengejar margin lebih tinggi di sektor DRAM. Pada saat yang sama, Kioxia menghadapi penundaan pembelian dari konsumen akibat harga yang meningkat.
Kondisi itu memberi ruang bagi YMTC untuk memasok kebutuhan pasar konsumen dengan produk kompetitif. Pengiriman produknya tercatat tumbuh 22% secara tahunan dan naik 5% secara kuartalan.
Teknologi dan Ekspansi Fab
Pertumbuhan pengiriman YMTC didukung produksi massal 3D NAND 267-layer dengan teknologi Xtacking. Perusahaan tersebut juga disebut telah mengembangkan teknologi hingga 300 layer untuk meningkatkan kepadatan penyimpanan dan efisiensi produksi.
Ekspansi kapasitas turut ditopang kesiapan fab ketiga YMTC di Wuhan. Fasilitas itu dilaporkan telah melampaui ambang penggunaan 50% peralatan domestik yang ditetapkan Beijing dan ditargetkan berproduksi penuh pada akhir tahun ini.
Penggunaan peralatan domestik menjadi semakin penting karena YMTC menghadapi pembatasan akses teknologi dan pasar tertentu dari Amerika Serikat. Sejak Desember 2022, perusahaan itu masuk Entity List AS.
Pembatasan tersebut turut menghambat YMTC memperoleh sertifikasi server di negara-negara Barat. Hambatan ini menjadi salah satu alasan kemajuan volume pengiriman belum sepenuhnya tercermin pada pendapatannya.
Arah ke Segmen Server
Counterpoint Research memperkirakan YMTC akan mulai mengalihkan perhatian ke SSD enterprise pada paruh kedua tahun ini. Langkah itu disebut akan mendapat dukungan suntikan modal domestik China.
Masuknya YMTC ke segmen server berpotensi memperbaiki posisinya dari sisi pendapatan tanpa meninggalkan pasar konsumen. Namun, perluasan bisnis di pasar server global tetap menghadapi kendala akses yang berkaitan dengan sanksi AS.






