Baterai 21 Hari Jadi Kekuatan Xiaomi Smart Band 10 Pro, Namun 3 Hal Ini Menghambat

Xiaomi Smart Band 10 Pro menawarkan daya tahan hingga 21 hari dalam penggunaan dengan notifikasi aktif, pelacakan tidur, raise to wake, serta tiga hingga empat sesi olahraga per minggu. Ketahanan ini menjadi nilai utama perangkat di tengah kebutuhan pengguna akan wearable yang tidak perlu sering diisi ulang.

Namun, masa pakai baterai panjang tersebut belum sepenuhnya menutup tiga keterbatasan yang masih terasa pada perangkat wearable modern. Xiaomi tidak menyediakan tombol fisik, speaker, dan mikrofon, sedangkan pengisian daya masih memakai ujung USB-A.

Pengoperasian tanpa tombol fisik

Seluruh navigasi pada Xiaomi Smart Band 10 Pro dilakukan melalui layar sentuh tanpa bantuan tombol fisik. Desain ini membuat bodi terlihat bersih, tetapi pengguna perlu melakukan beberapa sapuan dari sisi kiri layar untuk kembali ke tampilan watch face.

Keterbatasan itu terutama terasa ketika pengguna berada di menu yang berlapis. Perangkat ini juga tidak memiliki tombol kembali maupun akses ke aplikasi yang baru digunakan.

Ketiadaan speaker dan mikrofon menjadi kompromi berikutnya. Notifikasi panggilan tetap dapat muncul di pergelangan tangan, tetapi panggilan tidak bisa dijawab langsung melalui smart band.

Sistem pengisian menggunakan konektor magnetik dua pin dan membutuhkan sekitar 90 menit dari kondisi kosong hingga penuh. Ujung kabel USB-A dinilai kurang mengikuti peralihan perangkat modern yang semakin luas menggunakan USB-C.

Performa baterai dan layar

Perangkat ini membawa baterai berkapasitas 350mAh, sama seperti pendahulunya, tetapi ketahanannya disebut lebih baik. Penggunaan mode always-on display dapat memangkas masa pakai baterai hingga kira-kira setengahnya.

Layar OLED berbentuk persegi panjang berukuran 1,74 inci memiliki resolusi 480 x 336 piksel dan refresh rate 60Hz. Tingkat kecerahan puncak 2.000 nit dalam mode otomatis membantu tampilan tetap terbaca saat digunakan di luar ruangan.

Kaca layar memakai lengkungan 2.5D di setiap sisi untuk mendukung gerakan sapuan yang lebih lancar. Antarmuka HyperOS 3 menyediakan kartu informasi untuk cuaca, kebugaran, dan detak jantung, serta pintasan alarm dan senter.

GPS dan pemantauan kesehatan

GPS bawaan menjadi salah satu pembeda Xiaomi Smart Band 10 Pro dari sejumlah smart band lain. Perangkat ini dilaporkan mampu mengunci lokasi secara cepat dan mencatat rute lari dengan akurat.

Smart band ini mendukung lebih dari 150 mode olahraga dan menyajikan estimasi VO2 max. Saat latihan berlangsung, pengguna perlu membuka kontrol dengan sapuan layar lalu menahan tombol jeda virtual untuk mengakhiri sesi.

Modul PPG baru memakai dua sumber cahaya hijau dan merah serta dua sensor PD. Sistem tidur 2.0 mencatat skor dan efisiensi tidur, detak jantung rata-rata, oksigen darah, laju pernapasan, serta saran perbaikan waktu istirahat.

GSM Arena melaporkan pembacaan fase tidur dan waktu terjaga terlihat lebih konsisten dibandingkan Smart Band 9 Pro. Pengukuran detak jantung saat angkat beban, lari luar ruangan, dan sepak bola juga dilaporkan stabil.

Pilihan material dan varian

VarianMaterialTali bawaanWarna
RegulerAluminiumTPUPink, hitam, silver
NFC/CeramicKeramik putihFluororubberPutih

Varian keramik memiliki bodi yang sedikit lebih besar dan berat dengan tampilan lebih mengilap. Model aluminium menawarkan permukaan matte yang lebih sederhana, sementara kedua varian memakai sistem tali proprietary dengan pelepas cepat.

Fitur lain mencakup kalender, kompas, remote kamera, dan sinkronisasi pesan dari dua perangkat. Pengguna varian NFC dapat mengatur Xiaomi Pay melalui Mi Fitness untuk kartu Mastercard dan Visa, meski persetujuan keamanan tambahan dari bank mungkin diperlukan.

Baca Juga