Mitsubishi XFORCE Hybrid mencatat konsumsi bahan bakar sekitar 27,9 km per liter dalam pengujian internal pada rute Jakarta menuju Bali. Di sisi lain, harga penggantian baterai untuk SUV hybrid ini masih belum diumumkan secara resmi.
Hasil pengujian tersebut mencatat jarak tempuh lebih dari 1.170 km dari satu kali pengisian penuh tangki bahan bakar pada awal perjalanan. Rute yang dilalui didominasi jalan tol dan pengujian dilakukan oleh Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, Rifat Sungkar.
Efisiensi dari Sistem Hybrid
Mitsubishi XFORCE Hybrid memakai mesin 1.6L MIVEC DOHC yang dipadukan dengan transmisi transaxle 2-speed. Sistem itu turut menggunakan baterai hybrid berkapasitas 1,1 kWh untuk bekerja bersama mesin bensin dan perangkat penggerak lainnya.
Mitsubishi menyebut kombinasi tersebut mampu menghasilkan efisiensi bahan bakar yang jauh lebih baik daripada XFORCE dengan mesin bensin konvensional. Baterai pada konfigurasi ini tidak membutuhkan pengisian melalui soket listrik eksternal seperti kendaraan listrik murni atau PHEV.
XFORCE Hybrid menjadi model full hybrid pertama Mitsubishi Motors yang dipasarkan di Indonesia. Sebelum masuk ke pasar hybrid konvensional atau HEV, Mitsubishi telah menjual Outlander PHEV yang menggunakan teknologi plug-in hybrid electric vehicle.
Harga Penggantian Belum Ditetapkan
Efisiensi bahan bakar bukan satu-satunya faktor yang diperhatikan calon pemilik mobil hybrid karena biaya baterai juga menjadi pertimbangan jangka panjang. Hingga saat ini, MMKSI belum merilis nominal penggantian baterai XFORCE Hybrid.
Director of Product, Service & Branding Strategy Division MMKSI, Kazuto Azuma, mengatakan biaya tersebut akan diposisikan secara kompetitif. “Untuk harga baterai itu sendiri, hmmm, bisa saya katakan bahwa kami sangat kompetitif,” ujar Kazuto Azuma seperti dikutip oto.detik.com.
Kazuto juga menyebut harga penggantian itu akan “sangat terjangkau dan dapat diterima oleh para pelanggan.” Pernyataan tersebut belum menjelaskan nilai yang harus dibayar konsumen ketika penggantian baterai diperlukan pada masa mendatang.
| Aspek | Ketentuan | Batas |
|---|---|---|
| Garansi baterai | 10 tahun | 200.000 km |
| Pemeriksaan kesehatan baterai | Tanpa biaya | 5 tahun atau 100.000 km |
| Kapasitas baterai | 1,1 kWh | – |
Jaminan untuk Pemilik
MMKSI memberikan garansi baterai XFORCE Hybrid selama 10 tahun atau 200.000 km, dengan ketentuan batas yang tercapai lebih dahulu. Masa perlindungan ini disebut lebih panjang daripada kisaran delapan tahun yang disampaikan Kazuto untuk sejumlah pesaing.
Pemilik juga memperoleh pemeriksaan kesehatan baterai gratis selama lima tahun atau hingga 100.000 km. Program tersebut menjadi layanan pendukung untuk menjaga pemantauan kondisi baterai selama penggunaan kendaraan.
Garansi panjang memberi kepastian lebih besar ketika harga penggantian belum tersedia untuk publik. Meski demikian, MMKSI masih perlu mengumumkan nominal resminya agar konsumen dapat menghitung biaya kepemilikan XFORCE Hybrid secara lebih menyeluruh.
Dengan catatan efisiensi 27,9 km per liter pada pengujian internal, XFORCE Hybrid membawa penawaran penghematan bahan bakar di segmen HEV. Perlindungan baterai hingga 200.000 km kemudian menjadi penopang penting bagi konsumen yang mempertimbangkan model ini dalam pemakaian jangka panjang.






