Xavi Hernandez akan langsung memulai pekerjaannya bersama Belanda dengan laga melawan Jerman pada 24 September di Nations League. Pertandingan tersebut menjadi ujian pertama pelatih asal Spanyol itu dalam proyek empat tahun yang berjalan hingga Piala Dunia 2030.
Belanda menunjuk Xavi sebagai pelatih kepala tim nasional putra setelah Ronald Koeman mengundurkan diri. Pergantian ini terjadi sesudah Belanda tersingkir pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Awal Baru dengan Tantangan Berat
Laga kontra Jerman menjadi momen pertama Xavi menangani skuad Belanda dalam pertandingan resmi yang dijadwalkan. Ia akan memulai peran baru di tengah kebutuhan tim untuk memberi respons atas hasil mengecewakan di turnamen dunia.
Virgil van Dijk dan rekan-rekannya gagal melanjutkan perjalanan setelah babak 32 besar Piala Dunia 2026. Kepergian Koeman setelah turnamen itu membuat federasi memilih arah baru dengan menyerahkan posisi tersebut kepada Xavi.
Penunjukan pelatih berusia 46 tahun ini diumumkan pada Kamis dini hari, 13 Agustus 2026. Detik Sport melaporkan pengumuman tersebut berdasarkan pernyataan resmi tim nasional Belanda.
“Xavi Hernandez telah ditunjuk sebagai pelatih kepala baru dari tim nasional putra Belanda. Pelatih Spanyol berusia 46 tahun itu menggantikan Ronald Koeman,” bunyi pernyataan resmi tersebut.
Kontrak Mencakup Dua Turnamen Besar
Federasi memberi Xavi kontrak hingga Piala Dunia 2030. Dalam periode tersebut, ia juga akan memimpin Belanda menghadapi Euro 2028.
Rentang kerja itu menunjukkan bahwa Belanda tidak hanya mencari pengganti segera bagi Koeman. Xavi dipercaya menjalankan proyek yang mencakup persiapan dan perjalanan tim pada dua panggung internasional besar.
| Informasi | Rincian |
|---|---|
| Pelatih | Xavi Hernandez |
| Usia | 46 tahun |
| Kontrak | Hingga Piala Dunia 2030 |
| Debut | 24 September melawan Jerman |
Pelatih Asing Pertama Sejak 1978
Pilihan terhadap Xavi membawa catatan khusus dalam sejarah Belanda. Ia menjadi pelatih asing pertama yang menangani tim nasional tersebut sejak Ernst Happel asal Austria pada Piala Dunia 1978.
Jarak waktu panjang itu membuat pengangkatan Xavi menjadi perubahan penting dalam kebijakan Belanda di kursi pelatih. Federasi kembali mempercayakan tim putra kepada sosok dari luar negeri untuk proyek jangka panjang.
Xavi sendiri kembali ke dunia kepelatihan setelah diberhentikan Barcelona pada 2024. Sebelum ditunjuk Belanda, mantan gelandang Spanyol tersebut belum menerima pekerjaan kepelatihan lain.
Pengalamannya bersama Barcelona menjadi salah satu latar yang menyertai penunjukan ini. Namun, tantangan di level tim nasional akan dimulai segera karena Belanda harus menghadapi Jerman pada pertandingan pertamanya.
Hasil laga Nations League itu tidak akan menentukan seluruh perjalanan kontrak Xavi hingga 2030. Meski demikian, pertandingan tersebut menjadi awal penting bagi Belanda dalam memulai periode baru setelah kegagalan di Piala Dunia 2026.






