Tuntutan Serba Cepat Menghimpit Anak Muda, Dukungan Keluarga Kian Penting

Tuntutan untuk selalu produktif, cepat berhasil, dan mampu mengikuti perubahan dapat menekan kondisi psikologis anak muda. Sebagian dari mereka dapat kehilangan daya hidup serta kesulitan menemukan makna dalam aktivitas rutin.

Kecemasan dan depresi menjadi keluhan yang banyak muncul pada kelompok usia muda. Persoalan ini perlu dikenali sejak awal agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Tekanan Sosial Bertemu Fase Pencarian Jati Diri

Prof. Virgo Handojo, Ph.D., menyebut gangguan kecemasan dan depresi masih menjadi kasus yang paling banyak ditemukan secara global, termasuk di Indonesia. Ia juga menilai pandemi Covid-19, perubahan iklim, serta ketidakpastian sosial-ekonomi ikut meningkatkan tingkat stres masyarakat.

Meningkatnya kasus bunuh diri di sejumlah negara menjadi perhatian, khususnya karena melibatkan kalangan remaja. Fase pencarian jati diri dapat membuat remaja lebih rentan ketika menghadapi tekanan sosial tanpa dukungan memadai.

Dalam Pastoral Care Conference 2026 di Jakarta Pusat, LSP Konselor Keluarga Kreatif membahas perlunya mengenali persoalan psikologis sejak dini. Dukungan dari lingkungan terdekat menjadi salah satu unsur penting agar tekanan tidak berkembang lebih berat.

Konflik di Rumah Memperbesar Beban

Persoalan pribadi tidak berdiri sendiri karena kualitas relasi di rumah turut memengaruhi kondisi emosional seseorang. Komunikasi tertutup, tekanan ekonomi, dan perbedaan pandangan antargenerasi dapat mengubah masalah kecil menjadi beban psikologis yang lebih besar.

Supeno Lembang, konselor LSP Konselor Keluarga Kreatif, menyatakan masalah keluarga masih mendominasi kasus yang masuk dalam konseling. Konflik ekonomi dan ketidakjujuran banyak memicu hilangnya kepercayaan antaranggota keluarga.

Tekanan finansial dapat menimbulkan pertengkaran berkepanjangan antara pasangan suami istri. Ketika emosi telah menumpuk, masing-masing pihak cenderung menyalahkan pasangan tanpa melihat perannya sendiri dalam persoalan tersebut.

Pasangan dalam proses konseling biasanya diajak memahami konflik dari sudut pandang yang lebih menyeluruh. Cara ini diharapkan mencegah pola saling menyalahkan yang dapat mengganggu stabilitas emosional keluarga.

Faktor tekananKelompok terdampakDampak yang disorot
Tuntutan produktivitas dan keberhasilanAnak mudaKehilangan daya hidup dan kesulitan menemukan makna
Konflik ekonomi dan ketidakjujuranPasangan suami istriPertengkaran panjang serta hilangnya kepercayaan
Penggunaan gawai berlebihanAnak dan keluargaBerkurangnya relasi emosional dan risiko kecanduan

Pengasuhan dan Jarak Pandang Antargenerasi

Konselor Helny Margaretta Cahyadi mengatakan pengasuhan menjadi isu yang sering dibawa ke sesi konseling. Orangtua kerap merasa kesulitan membangun komunikasi dengan anak ketika mereka memasuki masa remaja.

Orangtua dan anak tumbuh dalam lingkungan sosial yang berbeda. Perbedaan nilai, cara berpikir, serta cara menyelesaikan masalah dapat membuat anak merasa aturan rumah terlalu kaku, sementara orangtua tetap mempertahankan pola lama.

Komunikasi yang tidak efektif berisiko berubah menjadi pertengkaran. Kebutuhan dan kekhawatiran kedua pihak menjadi sulit dipahami ketika tidak dibicarakan secara terbuka.

Perangkat Digital Mengurangi Waktu Bersama

Penggunaan perangkat digital meningkat setelah pandemi Covid-19 karena belajar dan banyak aktivitas dilakukan dari rumah. Namun, pengawasan keluarga tidak selalu berjalan seiring dengan kenaikan intensitas penggunaan gawai.

Helny menyoroti kecanduan permainan daring dan media sosial pada anak yang semakin meningkat. Penggunaan berlebihan dapat memengaruhi perilaku dan mengurangi waktu keluarga untuk membangun relasi yang dekat.

Situasi semakin rumit saat orangtua dan anak sama-sama terpaku pada perangkat masing-masing. Interaksi langsung yang seharusnya menjadi tempat berbagi persoalan pun makin jarang berlangsung.

Relasi keluarga yang hangat dan komunikasi terbuka dapat membantu seseorang menghadapi tekanan. Kesediaan mencari bantuan profesional sejak gejala muncul juga menjadi langkah penting untuk mencegah masalah psikologis memburuk.

Baca Juga