Halo-pelvic traction dapat membantu menurunkan derajat kelengkungan tulang belakang dan memperbaiki fungsi paru pada pasien dengan skoliosis berat yang kaku. Namun, tindakan ini bukan jalan cepat untuk meluruskan punggung dan harus dilakukan melalui pengawasan medis berkala.
Dalam sebuah penelitian pada pasien dengan deformitas tulang belakang berat dan kaku, halo-pelvic traction menunjukkan hasil koreksi sudut tulang belakang yang lebih baik dibanding halo-gravity traction. Kelompok yang menjalani metode tersebut juga mencatat peningkatan fungsi paru yang lebih besar sebelum operasi koreksi dilakukan.
Hasil penelitian masih terbatas
Temuan perbandingan kedua metode traksi itu perlu dibaca secara hati-hati karena penelitian hanya melibatkan 20 pasien. Jumlah peserta yang kecil belum cukup untuk menyatakan bahwa halo-pelvic traction selalu menjadi pilihan terbaik bagi seluruh pasien.
| Metode | Peran dalam perawatan | Temuan penelitian |
|---|---|---|
| Halo-gravity traction | Persiapan sebelum operasi | Membantu mengurangi deformitas dan berpotensi meningkatkan fungsi paru pada sebagian pasien |
| Halo-pelvic traction | Persiapan sebelum operasi | Menunjukkan koreksi sudut tulang belakang serta peningkatan fungsi paru lebih baik dibanding metode pembanding |
Halo-pelvic traction bekerja dengan memberikan tarikan secara perlahan pada tulang belakang sebelum operasi utama dilakukan. Pendekatan bertahap ini ditujukan untuk mengurangi deformitas tanpa memaksakan perubahan besar dalam waktu singkat.
Traksi dapat menjadi tahap persiapan penting ketika kelengkungan tulang belakang sulit dikoreksi secara langsung. Dengan fleksibilitas yang lebih baik, pasien diharapkan lebih siap menjalani prosedur koreksi tulang belakang.
Tidak semua skoliosis memerlukan traksi
Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang menyebabkan punggung melengkung ke samping dan dapat membentuk pola menyerupai huruf C atau S. Kondisi ini dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa dengan tingkat keparahan yang berbeda.
Pada kasus ringan, penanganan dapat berbeda dengan kondisi deformitas yang sudah berat dan kaku. Fisioterapi atau penyangga tidak selalu cukup untuk menangani kelengkungan yang telah memengaruhi fleksibilitas tulang belakang.
Menurut Alodokter, dokter perlu mempertimbangkan besar kelengkungan, usia pasien, kondisi kesehatan, fleksibilitas tulang belakang, serta risiko perawatan. Penilaian tersebut menentukan apakah traksi diperlukan sebagai bagian dari persiapan operasi.
Skoliosis berat tidak hanya berkaitan dengan perubahan bentuk punggung. Kelengkungan yang signifikan dapat memicu nyeri berkepanjangan dan mengganggu fungsi paru-paru.
Pemantauan risiko selama traksi
Penggunaan halo-pelvic traction tetap memiliki potensi komplikasi yang perlu diperhatikan sepanjang masa perawatan. Salah satu penelitian menyoroti kemungkinan ketidakstabilan pada sendi antara tulang atlas dan axis saat metode ini digunakan.
Karena itu, traksi tidak dapat diterapkan secara sembarangan hanya berdasarkan tampilan kelengkungan punggung. Evaluasi berkala diperlukan agar perubahan kondisi pasien dan kemungkinan masalah dapat dikenali sejak terapi berlangsung.
Halo-gravity traction juga memiliki peran sebagai pilihan persiapan operasi pada sebagian kasus deformitas berat. Tinjauan ilmiah yang dicatat Mediaindonesia.com menyebut metode tersebut dapat membantu mengurangi deformitas pada bidang koronal dan sagital serta berpotensi memperbaiki fungsi paru.
Keputusan memakai halo-pelvic traction pada akhirnya harus dibuat oleh dokter spesialis tulang belakang melalui pemeriksaan menyeluruh. Fokus perawatan tidak berhenti pada pelurusan tulang belakang, melainkan juga pada keselamatan pasien dan kesiapan menghadapi operasi koreksi.






