Timothy Weah mengenakan ban kapten Marseille saat menghadapi Atletico Madrid dalam pertandingan uji coba. Perubahan itu terjadi ketika Pierre-Emile Hojbjerg masih bermain penuh selama 90 menit.
Kontras tersebut menjadi penanda baru bagi situasi Hojbjerg di Marseille. Ia tetap dipercaya tampil, tetapi tidak lagi memegang simbol kepemimpinan yang sebelumnya menjadi bagian dari perannya di skuad.
Pencopotan ban kapten ini terjadi setelah Hojbjerg menolak peluang pindah ke Newcastle United. Penolakan itu muncul meski Marseille dan klub Inggris tersebut disebut sudah memiliki kesepakatan transfer senilai £15 juta.
Manajemen Tegaskan Kepentingan Klub
Menurut laporan RMC Sport, keputusan mencopot Hojbjerg dari jabatan kapten datang dari manajemen dan pemilik Marseille, Frank McCourt. Kebijakan itu disebut menegaskan bahwa kepentingan pribadi pemain tidak dapat ditempatkan di atas kepentingan organisasi.
Bruno Genesio tidak menjadi pihak yang mengambil keputusan tersebut. Pelatih kepala Marseille itu menyatakan bahwa perubahan status kapten Hojbjerg bukan berasal dari pertimbangan dirinya.
Dengan keputusan itu, Marseille membedakan urusan kepemimpinan dengan kebutuhan pemain di lapangan. Hojbjerg tidak dicoret dari laga melawan Atletico Madrid, tetapi Weah mendapat tanggung jawab memakai ban kapten.
Newcastle Mencari Pengganti Bruno Guimaraes
Newcastle sebelumnya membidik Hojbjerg untuk memperkuat lini tengah dengan pemain senior. Klub itu membutuhkan tambahan tenaga setelah Bruno Guimaraes hengkang ke Arsenal.
Namun, Hojbjerg memilih tidak kembali bermain di Premier League. Mantan pemain Tottenham Hotspur dan Southampton itu pun membuat proses transfer ke Newcastle tidak berlanjut.
Penolakan tersebut dilaporkan mengecewakan Marseille karena kedua klub telah mencapai kesepakatan. Detik Sport melaporkan bahwa dampaknya segera tampak dalam susunan kepemimpinan Marseille.
Hojbjerg sebelumnya memegang posisi penting sebagai pemimpin di dalam skuad Les Phoceens. Kini, statusnya menjadi perhatian karena masa depannya di klub Prancis itu belum jelas.
AC Milan Berpotensi Menjadi Opsi
Newcastle dipastikan mundur dari perburuan Hojbjerg setelah keputusan sang pemain. Meski demikian, peluang pindah tetap terbuka apabila klub lain memutuskan melanjutkan minat terhadapnya.
AC Milan disebut sebagai salah satu klub yang berpotensi memantau situasi tersebut. Minat itu dapat terkait dengan kemungkinan perubahan komposisi pemain di lini tengah mereka.
Youssouf Fofana berpeluang meninggalkan San Siro, yang berpotensi menciptakan kebutuhan baru bagi Milan. Klub Italia itu juga disebut berada di bawah arahan Ruben Amorim dalam kemungkinan perombakan lini tengah.
Marseille telah memberikan sinyal tegas melalui pergantian ban kapten, sementara Newcastle tidak lagi menjadi tujuan Hojbjerg. Perhatian selanjutnya tertuju pada apakah sang gelandang tetap bertahan atau memperoleh pilihan dari klub lain.






