Dari Medan hingga Bandung, Timeless Project Live Bawa Nostalgia yang Menguatkan

Lagu-lagu yang menemani masa sekolah, perjalanan dengan teman, cinta pertama, dan perjuangan mengejar mimpi menjadi fondasi Timeless Project Live. Festival ini menawarkan nostalgia era 2000-an sebagai ruang untuk menilai kembali perjalanan hidup, terutama bagi audiens yang kini berada di usia produktif.

RESONINE merancang acara tersebut untuk kelompok usia 30 hingga 39 tahun yang banyak disibukkan peran sebagai pekerja, pasangan, atau orang tua. Alih-alih berhenti pada kenangan, pengunjung diharapkan memperoleh energi baru untuk kembali menjalani keseharian.

Rangkaian Timeless Project Live akan digelar di tiga kota sepanjang Agustus hingga September 2026. Medan membuka acara, dilanjutkan Palembang, sedangkan Bandung menjadi kota penutup.

Tiga Kota dan Musisi yang Telah Diumumkan

KotaTanggal dan LokasiPenampil
Medan2 Agustus 2026, Lapangan Parkir Lotte GrosirUcox Bongax, RAN, Tipe-X, Judika
Palembang29 Agustus 2026, CGC One, Citra Grand CityHutan Tropis, Sammy Simorangkir, RAN, Jamrud, Tipe-X
Bandung19 September 2026, Laswi HeritageSusunan penampil akan diumumkan

Medan dijadwalkan menggelar festival pada 2 Agustus 2026 di Lapangan Parkir Lotte Grosir. Ucox Bongax, RAN, Tipe-X, dan Judika akan tampil di kota pembuka tersebut.

Palembang menyusul pada 29 Agustus 2026 di CGC One, Citra Grand City. Daftar penampilnya meliputi Hutan Tropis, Sammy Simorangkir, RAN, Jamrud, dan Tipe-X.

Bandung akan menjadi penutup pada 19 September 2026 di Laswi Heritage. Kota ini mengusung PREANGER EDITION dengan penekanan pada kebanggaan lokal Jawa Barat, sementara penampilnya belum diumumkan.

Lebih Luas daripada Pertunjukan Musik

Format acara dibagi menjadi empat fase pengalaman, yaitu remember, relive, celebrate, dan recharge. Pembagian itu menunjukkan bahwa panggung musik hanya menjadi salah satu bagian dari keseluruhan perjalanan pengunjung.

Remember menghadirkan instalasi visual bertema 2000-an, termasuk elemen budaya populer, titik foto, dan landmark tematik. Area ini disiapkan untuk menghidupkan memori yang lekat dengan masa tumbuh besar pengunjung.

Pada tahap relive, pengunjung dapat mengikuti radio off-air bersama penyiar radio setempat. Tersedia pula marketplace bertema 2000-an, sesi karaoke, serta area interaksi komunitas.

Fase celebrate menjadi puncak kegiatan melalui penampilan para musisi. Lagu-lagu mereka diposisikan sebagai pengikat pengalaman kolektif bagi generasi yang tumbuh pada era tersebut.

Perwakilan RESONINE, Rijal Asikin, mengatakan musik dapat menjadi jalan untuk menumbuhkan kebanggaan pada proses hidup individu. “Kami harap audiens bisa pulang dengan perasaan bangga terhadap apa yang sudah mereka lalui, bukan hanya karena berhasil menonton musisi favorit,” ujarnya.

Tahap terakhir, recharge, diarahkan agar pengunjung membawa pulang perspektif yang lebih reflektif. Penyelenggara ingin pengalaman acara tetap terasa setelah musik dan aktivitas di lokasi berakhir.

Rijal menegaskan harapan agar pengunjung tidak sekadar menyimpan dokumentasi dari festival. “Kami berharap audiens tidak hanya membawa foto atau video, tetapi juga pengalaman yang berkesan dari keseluruhan acara,” pungkasnya.

Dengan menggabungkan konser dan aktivitas di luar panggung utama, Timeless Project Live menjadikan nostalgia sebagai sarana perayaan. Masa lalu tetap hadir melalui musik 2000-an, tetapi maknanya diarahkan pada penghargaan terhadap langkah yang telah ditempuh setiap pengunjung.

Baca Juga